Jakarta, FORTUNE - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membukukan penyaluran kredit konsolidasian sebesar Rp247,2 triliun hingga semester pertama 2026. Capain itu tumbuh 6,9 persen dibandingikan periode yang sama tahun lalu.
Sejalan dengan itu, total dana pihak ketiga yang dicatat perseroan meningkat 2,8 persen menjadi Rp269,3 triliun ditopang current account and savings (CASA) sebesar Rp193,1 triliun, yang mana rasionya naik 71,7 persen.
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan pertumbuhan kredit dan dana murah yang berkelanjutan serta implementasi kebijakan strategis mendorong pendapatan operasional perusahaan dan dan laba operasional sebelum pencadangan tumbuh masing-masing 6,8 persen dan 6,5 persen secara tahunan. Sementara itu, CIMB Niaga turut mencatatkan laba bersih setelah pajak (Profit After Tax/PAT) sebesar Rp3,4 triliun.
"Peningkatan kontribusi pendapatan nonbunga turut membantu mengimbangi penurunan pendapatan bunga bersih sehingga mendukung pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan. Hasil ini mencerminkan ketahanan fundamental bisnis kami, sekaligus komitmen untuk terus membangun bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam jangka panjang," kata Lani di Jakarta, Jumat (14/8).
Adapun, portfolio kreditnya disalurkan ke sejumlah segmen utama. Pembiayaan untuk korporasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 13,8 persen, diikuti komersial tumbuh 4,6 persen, selanjutnya UMKM naik 2,9 persen, dan consumer relatif stabil dengan pertumbuhan 0,1 persen. Sementara itu, pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari kredit pemilikan mobil (KPM) yang meningkat 4,7 persen secara tahuann. Di sisi lain, kualitas asset atau gross non-performing loans (NPL) membaik menjadi 1,83 persen.
Sementara aset bank swasta terbesar kedua ini tercatat Rp382,0 triliun atau naik 6,7 persen secara tahunan. Posisi permodalan dan likuiditas juga solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 23,5 persen dan 90,4 persen.
"Pada periode yang sama, kami juga secara prudent memperkuat pencadangan untuk perusahaan multifinance sesuai dengan ketentuan regulator yang berlaku. Dengan fondasi yang kuat tersebut, kami akan terus menjalankan strategi Forward30 secara disiplin dengan fokus pada berbagai area pertumbuhan utama," ujar Lani.
Dari sisi lain, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga mencatatkan total pembiayaan Rp54,0 triliun dan DPK sebesar Rp50,9 triliun per 30 Juni 2026. CIMB Niaga juga terus mendorong kredit berkelanjutan, phingga Juni 2026 portfolio green financing tersebut telah mencapai Rp66 triliun setara 26,7 persen dari total outstanding pembiayaan.
