Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Laba BFI Finance Rp1,58 Triliun pada 2025, Naik 1,28 Persen

Laba BFI Finance Rp1,58 Triliun pada 2025, Naik 1,28 Persen
Capaian kinerja PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN). (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • Laba bersih naik tipis di tengah tantangan pasar dan perubahan perilaku konsumsi masyarakat.

  • Pertumbuhan kinerja ditopang kenaikan piutang dikelola serta pembiayaan baru.

  • Perusahaan menjaga kualitas aset dengan NPF bruto 1,39 persen dan neto 0,22 persen.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) membukukan laba Rp1,58 triliun sepanjang 2025 atau naik tipis 1,28 persen (YoY) dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,56 triliun. 

Presiden Direktur BFI Finance, Sutadi, menilai industri pembiayaan dihadapkan pada dinamika pasar yang dipengaruhi oleh perubahan perilaku daya beli dan konsumsi masyarakat yang sedikit melemah.

Kondisi ini ditambah dengan meningkatnya sensitivitas terhadap risiko geopolitik global di berbagai segmen. 

“Kami tetap dapat membuktikan resiliensi bisnis dengan permodalan yang solid, likuiditas yang memadai, serta profil risiko yang manageable,” kata Sutadi melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat (6/3).

Laba itu ditopang oleh kenaikan piutang dikelola (managed receivables) sebesar 8,9 persen (YoY) dengan capaian nilai Rp26,3 triliun. Perusahaan dengan kode saham BFIN ini juga membukukan pembiayaan baru senilai Rp21,9 triliun atau naik 9,3 persen dibandingkan dengan periode 2024.

Terlepas dari upaya peningkatan performa, perusahaan masih mampu mengelola risikonya dengan Non-Performing Financing (NPF) per 31 Desember 2025 di level bruto 1,39 persen dan neto 0,22 persen.

Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan NPF rata-rata industri yang berada pada level bruto 2,51 persen dan neto 0,77 persen pada Desember 2025.

“Melalui pengelolaan manajemen risiko yang cermat untuk menjaga kualitas aset, BFI Finance mampu mempertahankan stabilitas kinerja sekaligus mempertahankan posisi keuangan yang solid sebagai fondasi untuk pertumbuhan,” kata Sutadi.

Di bagian rasio penting keuangan lainnya, perusahaan mampu menjaga pertumbuhan total aset sebesar 1,4 persen (YoY) menjadi Rp25,5 triliun pada 2025.

Rasio Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) masing-masing tercatat 7,9 persen dan 14,8 persen. Sedangkan gearing ratio sebesar 1,3 kali.

Sutadi menegaskan, upaya mempertahankan kinerja tidak mengurangi komitmen untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada para pemegang saham.

Pada 2025, perusahaan telah menyelesaikan pembagian dividen dengan total nilai Rp902 miliar untuk tahun buku 2024, serta membagikan dividen tunai interim untuk tahun buku 2025 pada 18 Desember lalu sebesar Rp35,00 per lembar saham atau setara Rp520 miliar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Finance

See More