Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penyaluran Kredit Naik 13,3 Persen, BI Ungkap Tren Suku Bunganya
ilustrasi pinjaman, skor kredit, utang (magnific.com/jcomp)
  • BI mencatat penyaluran kredit tumbuh 13,3 persen secara tahunan menjadi Rp9.019,3 triliun pada Agustus 2026, ditopang kredit korporasi yang melonjak 21,6 persen.
  • Kredit modal kerja tumbuh 12,3 persen menjadi Rp3.865 triliun, sedangkan kredit investasi naik 23,4 persen menjadi Rp2.744 triliun; kredit konsumsi melambat menjadi 5 persen.
  • Dana pihak ketiga naik 7,7 persen menjadi Rp9.732 triliun, sementara bunga kredit stabil di 8,9 persen dan bunga deposito berbagai tenor meningkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya akselerasi pada penyaluran kredit, sehingga tercatat adanya kenaikan 13,3 persen (YoY) pada Agustus 2026 menjadi Rp9.019 ,3 triliun.

Peningkatan kredit ini  didorong oleh kenaikan penyaluran kredit kepada debitur korporasi sebesar 21,6 persen (YoY). Sedangkan kredit perorangan hanya tumbuh 3,5 persen (YoY). 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan kredit terutama berbentuk Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI). KMK pada Agustus 2026 tumbuh 12,3 persen (YoY) dengan nilai mencapai Rp3.865 triliun.

“Peningkatan KMK pada Agustus 2026 antara lain didorong oleh penyaluran kredit pada sektor pertambangan dan penggalian, sektor perdagangan, hotel, dan restoran, serta sektor pengangkutan dan komunikasi,” kata Ramdan melalui keterangan resmi yang dikutip Jumat (25/9).

Sedangkan, Kredit Investasi (KI) pada Agustus 2026 tumbuh kuat 23,4 persen (YoY) dengan nilai mencapai Rp2.744 triliun. Di sisi lain, penyaluran kredit untuk segmen Kredit Konsumsi (KK) pada Agustus 2026 hanya tumbuh 5,0 persen (YoY), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan Juli 2026 yang sebesar 5,3 persen (YoY).

“Perkembangan [kredit konsumsi] tersebut dipengaruhi oleh kredit kepemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor, dan kredit multiguna yang tumbuh masing-masing sebesar 4,2 persen (YoY) , -10,3 persen (YoY), dan 7,2 persen (YoY),” ujar Ramdan.

Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan pada Agustus 2026 juga tercatat tetap tumbuh stabil pada level 7,7 persen (YoY) menjadi Rp9.732 triliun. DPK ini terutama didorong oleh peningkatan tabungan 9,5 persen (YoY).

Sementara itu, giro dan simpanan berjangka tumbuh masing-masing 9,4 persen (YoY) dan 4,7 persen (YoY), meski lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang masing-masing 10,5 persen (YoY) dan 4,8 persen (YoY).

Dengan tren tersebut, BI mendata suku bunga kredit relatif stabil, sementara suku bunga simpanan mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Rata-rata tertimbang suku bunga kredit pada Agustus 2026 mencapai 8,9 persen, relatif stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 

Untuk suku bunga simpanan berjangka, terjadi kenaikan pada tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan , dan 24 bulan, masing-masing menjadi 5,1 persen, 5,8 persen , 5,6 persen, dan 4,2 persen. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, terjadi kenaikan 5,0 persen, 5,5 persen, 5,4 persen dan 5,8 persen.

Curated For You

Editorial Team

Related Article