Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kredit Tumbuh 17,6 Persen, Laba Bank Mandiri Capai Rp37,5 Triliun
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan kinerja hingga akhir Agustus 2026. (dok. Bank Mandiri)
  • Bank Mandiri menyalurkan kredit Rp1.592 triliun hingga Agustus 2026, naik 17,6 persen YoY, dengan NPL 1 persen dan coverage ratio 240,6 persen.

  • DPK mencapai Rp1.687 triliun, tumbuh 17,6 persen YoY. Livin’ mencatat 42,2 juta pengguna dan 3,32 miliar transaksi, sementara Kopra memproses 1,05 miliar transaksi.

  • Peningkatan transaksi digital mendorong fee-based income tumbuh 12,9 persen YoY; Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp37,5 triliun, naik 22,3 persen hingga Agustus 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bank Mandiri membukukan kredit Rp1.592 triliun, tumbuh 17,6 persen secara tahunan, serta laba bersih Rp37,5 triliun, naik 22,3 persen secara tahunan hingga Agustus 2026.
  • Who?
    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, termasuk Direktur Finance & Strategy Novita Widya Anggraini, mencatat kinerja tersebut bersama pengguna Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri.
  • Where?
    Kinerja dicatat Bank Mandiri secara bank only di Indonesia; keterangan disampaikan dari Jakarta.
  • When?
    Data kinerja tercatat hingga akhir Agustus 2026. Novita Widya Anggraini menyampaikan keterangan resmi pada Jumat, 4 September 2026.
  • Why?
    Pertumbuhan ditopang kenaikan dana pihak ketiga, aktivitas transaksi digital Livin’ dan Kopra, serta peningkatan pendapatan berbasis komisi sebesar 12,9 persen secara tahunan.
  • How?
    Bank Mandiri menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif dengan mempertimbangkan prospek dan risiko, menjaga NPL 1 persen, serta memperluas layanan digital bagi ritel dan pelaku usaha.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan kinerja hingga akhir Agustus 2026. Secara bank only, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.592 triliun, tumbuh 17,6 persen secara year on year (YoY).

Pertumbuhan kredit tersebut tetap dilakukan dengan mempertimbangkan prospek sektor dan profil risiko. Kualitas aset pun tetap terjaga, tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) sebesar 1 persen dengan NPL coverage ratio mencapai 240,6 persen.

Pertumbuhan intermediasi turut didukung peningkatan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 17,6 persen YoY menjadi Rp1.687 triliun. Tabungan tercatat Rp563 triliun, sedangkan giro mencapai Rp623 triliun. Kinerja tersebut juga ditopang peningkatan aktivitas transaksi melalui ekosistem digital Bank Mandiri.

Bank Mandiri mencatat penyaluran kredit secara bank only sebesar Rp1.592 triliun hingga akhir Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh 17,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan perannya sebagai agen pembangunan, Bank Mandiri mengarahkan pembiayaan kepada sektor-sektor produktif yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan dan memberikan dampak terhadap perekonomian.

Penyaluran tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan mendorong penciptaan lapangan kerja.

Dari sisi kualitas aset, rasio NPL Bank Mandiri berada di level 1 persen. Sementara itu, NPL coverage ratio tercatat sebesar 240,6 persen. Pertumbuhan kredit juga berjalan seiring dengan peningkatan DPK yang mencapai Rp1.687 triliun atau tumbuh 17,6 persen YoY.

Struktur DPK tersebut terdiri dari tabungan sebesar Rp563 triliun dan giro Rp623 triliun. Capaian ini menunjukkan peningkatan aktivitas nasabah dalam menggunakan layanan Bank Mandiri untuk kebutuhan transaksi, baik dari segmen ritel maupun pelaku usaha.

Transaksi Livin' dan Kopra terus meningkat

Bank Mandiri meluncurkan ‘wajah baru’ aplikasi Livin' by Mandiri. (Dok. Bank Mandiri)

Aktivitas transaksi dalam ekosistem digital turut menopang kinerja Bank Mandiri. Hingga akhir Agustus 2026, Livin’ by Mandiri telah digunakan sekitar 42,2 juta pengguna dengan frekuensi transaksi mencapai 3,32 miliar.

Sementara itu, Kopra by Mandiri telah memiliki 385,3 ribu pengguna terdaftar. Frekuensi transaksi melalui platform tersebut mencapai 1,05 miliar, sejalan dengan pemanfaatannya oleh pelaku usaha untuk mendukung kegiatan bisnis.

Peningkatan aktivitas transaksi tersebut turut mendorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi atau fee-based income (FBI) Bank Mandiri yang tumbuh 12,9 persen YoY hingga akhir Agustus 2026.

Pertumbuhan FBI antara lain ditopang recurring fee-based income dari Livin’ dan Kopra, seiring meningkatnya frekuensi serta ragam transaksi nasabah di kedua platform.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan capaian tersebut menjadi landasan bagi perseroan untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

“Ke depan, kami akan menjaga kualitas intermediasi sekaligus memperkuat kapabilitas digital Bank Mandiri. Langkah ini kami jalankan agar dapat terus memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional dan menghadirkan layanan perbankan yang nyaman bagi nasabah,” ujar Novita dalam keterangan resminya, Jumat (4/9/2026).

Bank Mandiri terus mengembangkan Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri sebagai akses utama nasabah terhadap produk dan layanan perbankan.

Pada segmen ritel, Livin’ menghubungkan kebutuhan transaksi sehari-hari dengan berbagai layanan pengelolaan keuangan. Selain transfer, pembayaran, dan transaksi QRIS, nasabah dapat membuka deposito dan tabungan rencana, mengakses investasi, hingga memenuhi kebutuhan lifestyle.

Bank Mandiri juga memperluas fitur Livin’ melalui Livin’ Call yang memungkinkan nasabah terhubung dengan petugas layanan melalui aplikasi tanpa biaya pulsa. Selain itu, Livin’ Next-G menghadirkan solusi tabungan dan transaksi digital bagi generasi muda yang terkoneksi dengan orang tua.

“Kami akan terus memperkaya Livin’ by Mandiri dengan layanan yang semakin lengkap dan personal, mulai dari transaksi sehari-hari hingga kebutuhan lifestyle dan investasi. Dengan demikian, Livin’ dapat terus menjadi bagian dari keseharian nasabah sekaligus mendampingi berbagai kebutuhan finansial mereka,” kata Novita.

Pada segmen bisnis, Kopra by Mandiri digunakan pelaku usaha untuk mengelola transaksi dan arus kas. Sementara itu, Livin’ Merchant memberikan kemudahan dalam menerima pembayaran.

Ekosistem tersebut juga terhubung dengan berbagai solusi pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Mikro (KUM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), sehingga pelaku UMKM dapat memperoleh dukungan perbankan sesuai perkembangan usaha.

“Fokus kami ke depan adalah menjaga pertumbuhan yang sehat dengan terus memperluas ekosistem Bank Mandiri. Kami ingin memastikan nasabah dapat memperoleh layanan yang andal, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhannya melalui Livin’, Kopra, serta seluruh jaringan layanan Bank Mandiri,” tutup Novita.

Dengan pertumbuhan kredit, transaksi digital, serta pendapatan yang semakin terdiversifikasi, Bank Mandiri secara bank only membukukan laba bersih Rp37,5 triliun hingga Agustus 2026 atau tumbuh 22,3 persen YoY. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article