Jakarta, FORTUNE - PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) melakukan bisnis ke segmen manufaktur mesin dan peralatan nonotomotif untuk menambah sumber pendapatan baru.
Manajemen PART mengatakan, ekspansi tersebut tidak akan mengubah fokus perseroan pada bisnis inti yaitu segmen otomotif yang masih mencatat pertumbuhan sekitar 5-15 persen per tahun.
Sebaliknya, kombinasi antara bisnis otomotif dan non-otomotif yang agresif justru dinilai dapat memperkuat struktur bisnis, meningkatkan skala usaha, serta membuka peluang pertumbuhan pendapatan dan laba yang lebih tinggi ke depan.
"Bisnis non-otomotif hadir sebagai complementary growth engine dengan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi serta peluang pasar yang semakin luas," ujar Manajeman Cipta Perdana dalam siaran pers, Jumat (28/8).
Produksi pada non-otomotif akan mencakup berbagai jenis mesin untuk kebutuhan pertanian serta peralatan rumah tangga di sektor pertanian dan industri makanan dan minuman. PART memproyeksi segmen baru ini mulai memberikan kontribusi pada kuartal III 2026 dan meningkat pada kuartal IV.
Dengan kontribusi bisnis non-otomotif pada semester II, perseroan mengandalkan paruh kedua tahun ini untuk mengejar target kinerja 2026, sehingga diproyeksikan kinerja keuangan perseroan pada akhir tahun ikut terkerek naik.
PART memproyeksikan pendapatan 2026 tumbuh 11,91 persen dibandingkan 2025 menjadi Rp413,62 miliar, dan laba bersih diperkirakan meningkat 46,18 persen dari posisi tahun lalu menjadi Rp44,12 miliar. Sementara itu laba bersih per saham per 31 Desember 2026 ditargetkan mencapai Rp15,49, naik dibandingkan Rp 11,29 per saham pada 2025.
Hingga semester I 2026, PART membukukan pendapatan Rp177,64 miliar dan laba bersih Rp9,11 miliar. Sementara itu laba bruto Rp30,26 miliar, laba usaha Rp15,90 miliar, dan laba bersih hanya senilai Rp9,10 miliar. Adapun total aset yang dibukukan paruh pertama 2026 sebesar Rp399,81 miliar, lantas pada akhir 2026 diperkirakan bakal naik menjadi Rp421,34 miliar.
