Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sempat Terkoreksi, Ekonom DBS Sebut Investasi Emas Masih Menjanjikan
PT Pegadaian dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM) resmi menyepakati kerja sama strategis dalam penguatan ekosistem emas nasional melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Produk Logam Mulia. (Dok. Pegadaian)
  • Harga emas sempat turun dari Rp3,1 juta ke Rp2,6 juta per gram pada akhir Juni 2026, namun ekonom DBS menilai instrumen ini tetap menarik di tengah ketidakpastian global.
  • DBS mencatat volatilitas harga emas dipicu aksi spekulatif investor jangka pendek, tetapi peran emas sebagai aset aman diyakini akan kembali kuat dalam jangka panjang.
  • Hou Wey Fook menyebut inflasi moderat dan kebijakan suku bunga ketat bisa mendorong kenaikan harga emas, sementara faktor dedolarisasi turut memperkuat prospek positifnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta,FORTUNE – Meski harga emas sempat terkoreksi pada akhir Juni 2026, instrumen investasi ini dinilai masih akan terus menarik dan aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Harga emas sempat menyentuh di atas Rp3,1 juta per gram pada awal tahun ini, namun terus terkoreksi hingga menyentuh harga kisaran Rp2,6 juta per gram di akhir Juni 2026.

Tim ekonom Bank DBS mengatakan, saat ini terjadi fenomena investor emas yang secara instan membeli dan menjual emas untuk sekedar mengambil keuntungan cepat. Namun, fase inidiperkirakan tidak akan bertahan lama dan emas akan kembali menegaskan perannya sebagai instrumen aman dalam jangka panjang. 

“Emas baru-baru ini diperdagangkan lebih seperti aset berisiko karena terlalu banyak pelaku pasar (spekulan) mengambil posisi beli atau jual sehingga menimbulkan volatilitas dan aksi ambil untung,” kata Chief Investment Officer Bank DBS, Hou Wey Fook, melalui keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, (1/7).

Menurutnya, level inflasi moderat yang dibarengi dengan pengetatan suku bunga di berbagai negara dapat membuat harga emas naik lebih tinggi. Skenario kenaikan inflasi ekstrim di berbagai negara juga akan memengaruhi harga emas dalam beberapa tahun ke depan.

Meskipun perang Iran akan membebani emas dalam jangka pendek hingga menengah, tanda-tanda stabilisasi harga dan pemulihan akan mulai terlihat di akhir tahun ini. 

"Kendati ad tantangan inflasi jangka menengah, kami tetap mempertahankan sikap konstruktif terhadap emas mengingat adanya pendorong struktural seperti dedolarisasi dan penurunan nilai intrinsik mata uang,” katanya.

Harga emas Antam hari ini (1/7) diperdagangkan di posisi Rp 2.630.000 per gram, relatif stagnan dibandingkan dengan kemarin, Selasa (30/6). Meski demikian, harga emas Antam pada Selasa (30/6) sempat terkoreksi Rp 15.000 dari sebelumnya Rp 2.645.000 pada (29/6).

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article