Comscore Tracker
FINANCE

Kini Sistem Pembayaran QRIS Bisa Digunakan di Malaysia

Interkoneksi QRCode bermanfaat bagi kedua negara.

Kini Sistem Pembayaran QRIS Bisa Digunakan di MalaysiaWarga memindai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui aplikasi DOKU e-Wallet. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

by Suheriadi

Jakarta,FORTUNE - Bank Indonesia (BI) bersama Bank Negara Malaysia (BNM) memperluas kerja sama layanan sistem pembayaran interkoneksi QR Code antara Indonesia dan Malaysia. 

Melalui inisiatif ini, masyarakat di wilayah Indonesia dan Malaysia dapat melakukan pembayaran ritel dengan menggunakan QR Code pembayaran nasional kedua negara. 

Di mana Indonesia memiliki QRIS (QR Code Indonesian Standard) serta QR Code Pembayaran Malaysia, yaitu DuitNow. Nantinya kedua layanan tersebut bisa diterapkan pada merchant offline dan online di kedua negara. 

“Inisiatif untuk menghubungkan pembayaran antarnegara melalui interkoneksi QR Code pembayaran nasional merupakan salah satu wujud implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni P. Joewono melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis (27/1). 

Ini manfaat interkoneksi QRCode

Doni memandang pentingnya interkoneksi pembayaran antarnegara. Menurutnya interkoneksi tersebut akan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun bank sentral. 

Menurutnya, hal ini dilakukan guna memberikan kemudahan dan memperluas pilihan pembayaran bagi masyarakat di kedua negara, yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi transaksi. 

Tak hanya itu, interkoneksi tersebut juga mendukung digitalisasi perdagangan dan investasi, serta memperkuat stabilitas makroekonomi dengan mempromosikan penggunaan Local Currency Settlement (LCS) secara lebih luas. 

Interkoneksi QRCode ciptakan jaringan pembayaran ritel di ASEAN

Jessica Chew Cheng Lian selaku Deputi Gubernur Bank Negara Malaysia mengatakan, interkoneksi QR Code pembayaran antarnegara ini menandai tonggak penting dalam sejarah panjang kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia. 

"Perkembangan ini merupakan sebuah langkah besar untuk mewujudkan visi menciptakan jaringan sistem pembayaran ritel yang cepat dan efisien di ASEAN, yang pada akhirnya akan mengakselerasi transformasi digital dan integrasi keuangan untuk kepentingan individu maupun bisnis" jelas Jessica. 

Terselenggaranya inisiatif tersebut juga berkat kerja sama berbagai pemangku kepentingan kedua negara di bawah supervisi bersama BI dan BNM, yaitu Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), RAJA (Rintis, Artajasa, Jalin, dan Alto) dan Payments Network Malaysia Sdn Bhd (PayNet) sebagai switching

Tak hanya itu, bank setelmen yang turut sertayaitu Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI) dan CIMB Bank Berhad, serta peserta uji coba lainnya yang merupakan Penyedia Jasa Pembayaran baik bank maupun nonbank dari kedua negara. 

Jumlah wisatawan kedua negara capai 5,6 juta

Terwujudnya interkoneksi dan interoperabilitas QR Code pembayaran nasional antara Indonesia dan Malaysia juga menjadi tonggak baru dalam memfasilitasi aktivitas masyarakat kedua negara, khususnya bagi wisatawan.  

Indonesia dan Malaysia mencatat jumlah pelancong yang cukup besar dengan rata-rata 5,6 juta kedatangan setiap tahun sebelum pandemi. 

Hal ini juga akan semakin memperkuat hubungan ekonomi yang erat antara kedua negara, khususnya guna mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi. Inisiatif QRIS antarnegara ini juga sejalan dengan agenda prioritas Presidensi G20 Indonesia terkait Cross-border Payments Roadmap dalam upaya menjaga momentum yang diinisiasi sejak dua periode Presidensi G20. Ke depan, BI juga akan terus memperluas kerja sama QRIS antarnegara dengan negara-negara lainnya.

Related Articles