Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

BRI Salurkan Rp16,79 Triliun KPR Subsidi hingga Februari 2026

BRI Salurkan Rp16,79 Triliun KPR Subsidi hingga Februari 2026
Ilustrasi Perumahan KPR (Dok: Antara/Antara Foto.)
Intinya Sih
  • BRI menyalurkan KPR Subsidi senilai Rp16,79 triliun hingga Februari 2026 kepada lebih dari 122 ribu debitur untuk mendukung akses hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

  • Penyaluran mencakup skema FLPP, Tapera, SSB, dan BP2BT dengan total pembiayaan terbesar berasal dari program FLPP senilai Rp16,38 triliun.

  • Pembangunan perumahan dinilai berdampak luas pada ekonomi nasional serta didukung jaringan BRI di seluruh Indonesia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS) sebesar Rp16,79 triliun hingga akhir Februari 2026. Kredit ini disalurkan kepada lebih dari 122 ribu debitur sebagai upaya menyediakan akses hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Penyaluran KPR subsidi ini merupakan bagian dari peran BRI dalam mendukung pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Direktur Utama BRI, Hery Gunardi melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (26/3).

Penyaluran KPRS itu mencakup beberapa skema pembiayaan, yakni KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp16,38 triliun, KPR Tapera senilai Rp316,93 miliar. Selain itu, terdapat juga program KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB) senilai Rp91,65 miliar, serta Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp8,89 miliar.

Selain membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat, pembangunan kawasan perumahan juga dinilai dapat memberikan dampak ekonomi yang luas. Aktivitas ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan berbagai sektor pendukung, mulai dari sektor konstruksi, industri bahan bangunan, jasa tenaga kerja, logistik, hingga peluang usaha bagi pengusaha UMKM yang berkembang di sekitar kawasan hunian.

“Dengan dukungan jaringan lebih dari 7 ribu unit kerja di seluruh Indonesia, BRI optimistis program pembiayaan perumahan ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah,” pungkas Hery.

Di sisi lain, bank dengan kode saham BBRI ini telah menyalurkan total kredit senilai Rp1.521 triliun atau naik 12,31 persen (YoY) pada akhir 2025. Meningkatnya penyaluran kredit membawa konsekuensi pada kenaikan rasio kredit bermasalah. NPL gross BRI tercatat naik menjadi 3,29 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada 2,94 persen. Sementara itu, NPL net masih berada pada posisi 0,96 persen.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Finance

See More