Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

RUPST Bank Mega Putuskan Bagi Dividen Rp2 Triliun & Rombak Pengurus

RUPST Bank Mega Putuskan Bagi Dividen Rp2 Triliun & Rombak Pengurus
RUPST Bank Mega Tebar Dividen Rp2 Triliun & Rombak Susunan Pengurus/Dok Bank Mega
Intinya Sih
  • RUPST Bank Mega menyetujui pembagian dividen tunai Rp2 triliun dari laba bersih Rp3,4 triliun serta saham bonus senilai Rp5,87 triliun kepada para pemegang saham.

  • Laba bersih Bank Mega tumbuh 28 persen menjadi Rp3,4 triliun pada 2025 dengan peningkatan Fee Based Income 54 persen, aset naik ke Rp140,83 triliun dan NPL membaik ke 1,65% persen.

  • Rapat juga menetapkan target laba 2026 sebesar Rp3,7 triliun serta merombak jajaran direksi dengan pengangkatan Mariam dan Jemy Kristian Soegiarto setelah persetujuan OJK.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE –  Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) menyetujui pembagian dividen tunai ke pemegang saham senilai Rp2 triliun dari total laba bersih Rp3,4 triliun pada tahun buku 2025.

Sisa Rp1,3 triliun akan dibukukan sebagai saldo laba serta Rp35,1 juta disisihkan sebagai dana cadangan guna memenuhi ketentuan pasal 70 UUPT.

Selain itu, RUPST juga menyetujui pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor (agio saham) dengan total nilai Rp5,87 triliun.

Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib, menyatakan laba bersih perusahaan itu pada 2025 tumbuh 28 persen (YoY), dengan kontribusi dari kenaikan fee-based income sebesar 54 persen (YoY) menjadi Rp2,79 triliun.

“Pencapaian ini menempatkan Bank Mega masuk ke dalam jajaran 10 besar di industri nasional dari sisi pendapatan laba,” kata Kostaman melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (1/4).

Aset bank tersebut juga mengalami pertumbuhan positif, dengan mencatatkan total Rp140,83 triliun pada akhir 2025, atau meningkat 4 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pada sisi penyaluran kredit, bank swasta ini tetap berfokus pada segmen korporasi. Hingga akhir 2025, total kredit yang disalurkan tumbuh 4 persen menjadi Rp67,23 triliun. Kualitas kredit juga tetap terjaga, seperti tecermin pada rasio non-performing loan (NPL) yang membaik menjadi 1,65 persen.

Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan pertumbuhan 14 persen menjadi Rp104,13 triliun.  Komposisi DPK masih didominasi oleh deposito, tapi saldo CASA meningkat 2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya menjadi Rp28,14 triliun.

Bank Mega bidik raihan laba Rp3,7 triliun sepanjang 2026

Ilustrasi Bank Mega/Shuterstock Adansijav official
Ilustrasi Bank Mega/Shuterstock Adansijav official

Bank tersebut telah menetapkan target kinerja untuk tahun buku 2026 dengan optimisme terukur, kata Kostaman. Perseroan menargetkan laba bersih Rp3,7 triliun, total kredit Rp74 triliun, dana pihak ketiga Rp111 triliun, serta total aset Rp149 triliun.

Selain itu, rapat juga menyetujui perubahan susunan perseroan, yakni memberhentikan dengan hormat Yuni Lastianto sebagai Direktur Perseroan berlaku terhitung sejak ditutupnya rapat.

RUPST juga setuju mengakhiri masa jabatan Indivara Erni sebagai Wakil Direktur Utama seiring dengan penugasannya ke PT Mega Corpora.

Rapat menyetujui pengangkatan Mariam dan Jemy Kristian Soegiarto sebagai direktur perseroan, yang berlaku efektif sejak saat yang bersangkutan mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test). 

Dengan keputusan tersebut, maka susunan anggota direksi perseroan akan menjadi sebagai berikut:

  • Direktur Utama : Kostaman Thayib 
  • Wakil Direktur Utama : Indivara Erni
  • Direktur : Madi Darmadi Lazuardi
  • Direktur : Martin Mulwanto
  • Direktur : YB Hariantono
  • Direktur : Heriwan Gazali
  • Direktur : Mariam
  • Direktur : Jemy Kristian Soegiarto

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Finance

See More