BTN Beberkan Strategi Genjot KPR Jangkau Masyarakat Rentan Miskin

- BTN fokus memperluas akses KPR bagi masyarakat desil 3 melalui program subsidi dan bantuan pembangunan rumah swadaya untuk kelompok berpenghasilan rendah.
- Pemerintah menyiapkan skema tenor KPR hingga 40 tahun serta program BSPS bagi desil 1-2 guna meningkatkan kepemilikan rumah masyarakat hampir miskin.
- BTN mengandalkan digitalisasi perbankan untuk menjangkau masyarakat unbanked, dengan pertumbuhan pengguna mobile banking mencapai sekitar 5 juta akun dalam tiga tahun terakhir.
Jakarta, FORTUNE - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengungkapkan strateginya mendorong pertumbuhan kredit pemilikan rumah atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR), terutama bagi masyarakat kategori desil 3.
Desil 3 merupakan klasifikasi kelompok masyarakat yang berada di urutan ke-21 persen hingga 30 persen tingkat kesejahteraan terendah secara nasional. Dalam program bantuan pemerintah, Desil 3 dikategorikan sebagai kelompok rentan miskin dan berpeluang memperoleh bantuan sosial.
Direktur Utama Bank Tabungan Negara, Nixon LP Napitupulu mengatakan penyaluran kredit bagi masyarakat kategori tersebut telah menjangkau enam juta rumah sejak awal program.
Dalam penyalurannya BTN menggunakan dua strategi utama yakni melalui program KPR subsidi, dan lewat bantuan pembangunan rumah swadaya bagi masyarakat dengan penghasilan paling rendah. Program KPR subsidi sendiri dirancang untuk masyarakat dengan batas maksimal penghasilan tertentu agar tepat sasaran kepada kelompok MBR.
".Pemerintah buat program KPR subsisdi yang dibatasi max income. Maksudnya ini memang menyasar masyarakat penghasilan rendah karena banyak unbanked. Kalau ada 10 desil, maka bisa dibilang yang paling sulit tinggal desil 1-2 sedangkan desil 3-8 diintervensi KPR," kata Nixon di Jakarta, dikutip Senin (24/5).
Sementara masyarakat di kategori desil 1 dan 2 dinilai belum mampu mengakses kredit perbankan. Kendati demikian, pemerintah memberikan alternatif lewat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Tahun ini, program BSPS akan menyasar sekitar 400 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia.
"Yang desil 1-2 ini pemerintah mengeluarkan BSPS bantuan simulan pembangunan swadaya jadi pemerintah kasih 20-25 juta tahun ini ada 400 ribu per rumah tangga," ujarnya menambahkan.
Pemerintah tengah mengkaji skema tenor KPR hingga 40 tahun. Langkah itu diharapkan dapat memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap pembiayaan rumah.
"Hari ini pemerintah mengkaji KPR sampai 40 tahun mudah-mudahan desil 1-2 bisa dapat. Ini cara penetrasi MBR," ujarnya.
Selain lewat pembiayaan rumah, BTN mengandalkan digitalisasi untuk menjangkau masyarakat yang belum tersentuh akses pembiayaan bank. Sebab, penetrasi pengguna smartphone di Indonesia saat ini jauh lebih tinggi dibanding kepemilikan rekening bank.
Ia mencontohkan, selama lebih dari 70 tahun BTN menyalurkan sekitar 6 juta KPR. Namun dalam waktu kurang dari tiga tahun, pengguna mobile banking BTN sudah mencapai sekitar 5 juta akun.
"Kami buat digitalisasi untuk perbankan. Penetrasi HP lebih banyak dibanding penetrasi account. BTN usaia 70 lebih KPR 6 jutaan, mobile ga sampai 3 tahun sudah 5 juta mobile banking acc. Menurut saya jumlah KPR ditakeover user mobile," ungkapnya.
Secara keseluruhan portfolio kredit hingga April 2026, BTN telah menyalurkan Rp344,07 triliun atau tumbuh 8,70 persen secara tahunan dibandingkan April 2025 sebesar Rp316,54 triliun.

















