Comscore Tracker
FINANCE

Pekan Kedua Juli, Aliran Modal Asing Keluar Rp8,56 triliun dari RI

Aliran modal asing masih masuk Rp57,79 triliun di saham.

Pekan Kedua Juli, Aliran Modal Asing Keluar Rp8,56 triliun dari RIIlustrasi Bank Indonesia dalam Uang/Shutterstock E.S Nugraha

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar (capital outflow) ke Indonesia senilai Rp8,56 triliun pada minggu kedua Juli 2022. 

"Berdasarkan data transaksi 11 – 14 Juli 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp8,56 triliun," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat (15/7). 

Erwin menjelaskan, aliran modal asing tersebut keluar dari dua instrumen yakni Surat Berharga Negara (SBN) dan pasar saham. Aliran modal asing keluar atau jual neto di pasar SBN sebesar Rp6,87 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp1,69 triliun. 

Secara year to date, aliran modal asing masuk Rp57,79 triliun di pasar saham

Berdasarkan data setelmen secara year to date (ytd), sejak awal tahun hingga 14 Juli 2022 aliran modal asing keluar Rp127,28 triliun di pasar SBN. 

Meski demikian, secara ytd aliran modal asing masih masuk atau beli neto senilai Rp57,79 triliun melalui pasar saham. 

Sementara itu, untukYield SBN 10 tahun tercatat naik menjadi 7,32 persen. Sedangkan untuk Yield UST (US Treasury) 10 tahun juga turun ke level 2,96 persen.

Cabai merah hingga bawang merah sumbang inflasi minggu kedua Juli 2022

Di sisi lain, BI juga melaporkan perkembangan inflasi sampai dengan minggu kedua Juli 2022 diperkirakan sebesar 0,59 persen (mtm). 

Hal tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) BI. Erwin menyebut, komoditas utama penyumbang inflasi Juli 2022 sampai dengan minggu pertama yaitu cabai merah sebesar 0,20 persen (mtm), bawang merah sebesar 0,13 persen (mtm) dan angkutan udara sebesar 0,07 persen (mtm). 

Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode ini yaitu minyak goreng sebesar 0,04 persen (mtm). Selain itu terdapat komoditas telur ayam ras, kangkung, sawi hijau, jeruk, bawang putih, dan emas perhiasan masing-masing menyumbang deflasi sebesar 0,01 persen (mtm).

Related Articles