Comscore Tracker
LUXURY

Kue Putu Masuk Daftar Kue Terbaik dan Terpopuler di Dunia

Kue putu masih eksis meskipun sudah jarang ditemui.

Kue Putu Masuk Daftar Kue Terbaik dan Terpopuler di DuniaIlustrasi kue putu. Shutterstock/Herman Suparman

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Siapa yang tidak mengenal kue putu? Jajanan tradisional Indonesia ini digemari berbagai kalangan dan masih eksis meskipun sudah jarang ditemui.

Kue berwarna hijau manis atau putih berbentuk seperti tabung ini dibuat dari tepung beras yang kemudian dimasukkan dan dimasak ke dalam cetakan bambu. Di dalamnya berisi gula jawa, dibalut dengan parutan kelapa, dan tepung beras butiran kasar. Dengan bahan-bahan yang sederhana, kue putu telah menjadi salah satu camilan favorit masyarakat Indonesia. 

Bahkan belum lama ini, kue putu masuk dalam daftar “100 Most Popular Cakes in the World” dan “100 Best Rated Cakes in the World” yang dibuat oleh Taste Atlas. Kue putu berada di peringkat 86 dalam 100 Most Popular Cakes in the World, dan 52 untuk 100 Best Rated Cakes in the World.

"Adonan tersebut secara tradisional dikukus dalam tabung bambu, sementara bagian tengah kue diisi dengan gula aren. Saat dikukus, kue ini biasanya ditaburi kelapa parut segar," tulis Taste Atlas yang dikutip dari laman resmi mereka, Rabu (13/7).

Tak hanya kue putu, kue lapis yang juga dari Indonesia juga masuk dalam 100 Most Popular Cakes in the World. Kue yang umumnya berwarna-warni ini berada di peringkat 70.

"Kue lapis atau kuih lapis adalah makanan penutup tradisional Indonesia yang juga populer di Malaysia, Suriname, Brunei, dan Singapura. Kue ini biasanya disiapkan seperti puding berlapis lembab yang terdiri dari tepung beras, sagu, gula, garam, santan, dan pewarna makanan merah, hijau, atau merah muda," tulis TasteAtlas.

Kue putu dari masa ke masa

Tak berhenti di situ, Taste Atlas juga memasukkan kue putu ke dalam daftar “50 Best Cakes” di seluruh dunia. Dalam daftar itu, kue putu menempati posisi ke-45 di dalam daftar dengan perolehan skor 4,21.

Kue yang juga dikenal karena suara yang ditimbulkan ketika dikukus pake tabung bambu ini unggul dari kue-kue tradisional negara lain seperti Amandine dari Romania, Kasutera dari Jepang, dan Schwarzwälder Kirschtorte dari Jerman.

Dikutip dari Republika, Kamis (14/7), pegiat sejarah Jelajah Jejak Malang (JJM), Mochammad Antik mengatakan bahwa kue khas Jawa ini sebenarnya bisa ditemukan di China Silk Museum. Kue ini sudah ada sejak 1200 tahun yang lalu, di masa Dinasti Ming. Dulunya, kue ini disebut XianRoe Xiao Long, yaitu kue dari tepung beras yang diisi kacang hijau lembut yang dimasak dalam cetakan bambu.

Seiring waktu, penamaan berkembang menjadi putu. Diceritakan dalam naskah sastra lama--Serat Centhini yang ditulis pada tahun 1814 di masa kerajaan Mataram--muncul nama puthu. Di naskah tersebut disebutkan, bahwa Ki Bayi Panurta yang meminta santrinya menyediakan hidangan pagi menyajikan makanan pendamping berupa serabi dan putu. Begitu pula di naskah lainnya. 

Putu identik dengan kudapan yang disajikan pagi hari. Isian putu sendiri ikut berubah dari kacang hijau jadi gula jawa yang saat itu tentunya, lebih mudah didapatkan. Bagaimana, apakah kue ini juga menjadi jajanan favorit Anda?

Related Topics

Related Articles