LUXURY

Merasakan Eksotisme Singapura di Artotel Thamrin-Jakarta

Mulai dari kamar eksklusif hingga sensasi jelajah virtual.

Merasakan Eksotisme Singapura di Artotel Thamrin-JakartaDesain Kamar "Kampong Gelam" karya Melissa Sunjaya/Dok. ARTOTEL
31 January 2022

Jakarta, FORTUNE - Rindu liburan ke Singapura, tapi masih terkendala pandemi? Tak perlu berkecil hati. Singapore Tourism Board (STB) bekerja sama dengan Artotel Group untuk menghadirkan sensasi staycation bertema Singapura, tepatnya di Artotel Thamrin-Jakarta di Jakarta Pusat. Mulai Sabtu, 29 Januari 2022, para tamu bisa menginap di lima kamar eksklusif dan mengikuti beragam kegiatan untuk mengobati rindu berlibur Singapura. 

Kepada Fortune Indonesia, Area Director STB Indonesia Jakarta, Mohamed Firhan Abdul Salam mengatakan, bahwa program ini merupakan bagian dari kampanye Singapore Reimagine yang diluncurkan pada April 2021. 

"Singapura adalah salah satu tujuan liburan paling populer bagi masyarakat Indonesia saat sebelum pandemi dan banyak yang sudah tidak sabar untuk bisa mengunjungi tempat wisata. Kampanye ini mengajak orang Indonesia untuk membayangkan kembali impian mereka untuk berlibur ke Singapura," katanya, Jumat (28/1).

Mohamed Firhan menambahkan, meskipun orang Indonesia sudah bisa ke Singapura melalui vaccinated travel lane (VTL), tetapi masih ada yang ingin staycation di dalam negeri terlebih dahulu. Oleh karena itu, STB membawa pengalaman liburan lengkap dari sisi seni, kuliner, dan gaya hidup.

Director of Marketing & Communication Artotel Group, Yulia Maria menyampaikan, inisiatif ini sejalan dengan konsep ‘Pengalaman menginap yang berbeda’ yang selalu diusung oleh ARTOTELGroup. "Kebetulan memang hotel kami dipenuhi dengan konsep seni dan dengan konsep itulah STB ingin kamar itu dapat membuat para tamu terasa seperti lagi di Singapura," kata Yulia.

Terdapat lima kamar dengan mural eksklusif berdasarkan lima passion tribe atau kegiatan apa yang paling banyak dilakukan wisatawan di Singapura, yaitu foodies (pecinta kuliner), collectors (pencinta belanja), explorers (penjelajah), socializers (penyuka sosialisasi), dan culture shapers (pembentuk budaya). Mural tersebut merupakan hasil karya lima seniman Indonesia. Salah satu kriteria dari ARTOTEL dan STB untuk memilih kelima artis tersebut adalah memiliki pengalaman bekerja sama dengan sesama seniman asal Singapura atau menuntut ilmu di negara tersebut. 

Berikut ini kami rangkum nuansa Singapura mulai dari kamar hotel eksklusif hingga berbagai kegiatan yang bisa Anda rasakan saat staycation di Artotel Thamrin-Jakarta.

“Kampong Gelam” karya Melissa Sunjaya

Konferensi pers SingaporeReimagine at ARTOTEL, Jumat (28/1). FORTUNE/Desy Yuliastuti

Melissa Sunjaya merancang mural ‘Kayuputi’ atau ‘Gelam’ dalam tema culture shapers dengan warna biru kobalt yang kaya. Kampong Gelam, sebuah permukiman di Singapura yang memiliki daya tarik sendiri bagi wisatawan. Nama kawasan ini berasal dari pohon kayu putih yang dalam bahasa Melayu Kuno disebut “Gelam” dan “Kampong”—ejaan modern “kampung”—yang berarti “desa”.

“Inspirasi Kampong Gelam datang karena sejak remaja sering tinggal di sini. Zaman dahulu banyak ahli kapal dari Jawa, Sumatera, Celebes, datang dan membuat kapal dari kayu gelam. Di sini juga menjadi lokasi Melayu, Bugis dan Arab untuk tinggal, berniaga dan berkembang. Terlihat dari campuran arsitektur peranakan, arsitektur cina, persia, dan sebagainya. Mural ini menampilkan sudut jalan yang mengarah ke Masjid Sultan,” katanya.


 

“Journey to Remember” karya TUTU

description
Desain Kamar "Journey to Remember" karya TUTU/Dok. ARTOTEL

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.