Jakarta, FORTUNE - IHG Hotels & Resorts (IHG) menandatangani kesepakatan strategis dengan Harilela Group, perusahaan pengembang dan pengelola hotel berbasis di Hong Kong, untuk mengintegrasikan tiga hotel mewah milik Harilela Group ke dalam jaringan Vignette Collection milik IHG. Kesepakatan tersebut menandai langkah strategis bagi kedua perusahaan dalam memperluas portofolio hotel mewah di Asia dan Eropa.
Berdasarkan perjanjian waralaba, The Hari London yang memiliki 85 kamar dan The Hari Hong Kong dengan 210 kamar, akan bergabung dengan Vignette Collection pada tahun ini. Sedangkan, Holiday Inn Singapore Orchard City Centre dengan 324 kamar akan dikonversi menjadi The Hari Singapore, Vignette Collection pada 2027.
Dengan total 619 kamar, ekspansi ini memperluas cakupan Vignette Collection ke tiga kota di dunia, sekaligus menandai debut brand tersebut di Singapura. Langkah ini juga memperkuat posisi IHG di segmen hotel mewah melalui model kemitraan dan konversi aset yang telah beroperasi.
Masuknya tiga properti tersebut akan memperbesar skala Vignette Collection yang hingga kini memiliki lebih dari 80 hotel yang telah beroperasi maupun berada dalam pipeline secara global. Brand Luxury & Lifestyle tersebut ditargetkan mengoperasikan lebih dari 100 hotel dalam satu dekade.
Senior Vice President dan Managing Director, East Asia & Pacific IHG, Rajit Sukumaran, mengatakan ekspansi tersebut sekaligus memperpanjang kemitraan IHG dengan Harilela Group yang telah berlangsung lebih dari lima dekade.
“Kesepakatan penting ini memperkenalkan Vignette Collection ke salah satu kota gerbang paling strategis di dunia serta memperluas kehadirannya di London dan Hong Kong,” ujar Rajit dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8).
Adapun, kerja sama IHG dan Harilela Group hingga kini telah mencakup enam hotel di lima destinasi. Selain tiga properti The Hari, portofolio tersebut mencakup Holiday Inn Golden Mile di Hong Kong, Holiday Inn Express Changzhou Center, dan Holiday Inn Bangkok Silom.
Sedangkan bagi Harilela, kemitraan tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas brand The Hari ke sejumlah destinasi internasional utama. Integrasi dengan jaringan IHG memberikan akses terhadap skala distribusi global, jaringan pelanggan, serta kapabilitas komersial IHG, tanpa menghilangkan karakter individual masing-masing hotel.
Chairman dan CEO Harilela Group, Aron Harilela, mengatakan kerja sama tersebut memberikan kesempatan bagi The Hari untuk memperluas jangkauan internasional sekaligus meningkatkan kinerja komersial hotel.
“Membawa ketiga hotel The Hari kami ke dalam Vignette Collection akan memberikan peluang kemitraan brand yang terpadu sekaligus platform yang kuat untuk pertumbuhan, dengan memadukan karakter individual hotel dengan skala, jangkauan global, dan kekuatan komersial IHG,” katanya.
Ekspansi tersebut juga berlangsung di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan Indonesia ke pasar internasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri mencapai 9,17 juta perjalanan pada 2025, naik 2,5 persen secara tahunan dan menjadi level tertinggi dalam enam tahun terakhir.
Singapura menjadi salah satu destinasi utama wisatawan Indonesia dengan sekitar 2,4 juta kunjungan dari Indonesia pada 2025. Indonesia juga menjadi pasar sumber wisatawan internasional terbesar kedua bagi Singapura. Sementara itu, kunjungan wisatawan Indonesia ke Hong Kong meningkat 4 persen secara tahunan pada periode yang sama.
Menurut IHG, perkembangan tersebut membuka peluang untuk memperkuat jaringan hotel di destinasi yang menjadi pusat perjalanan bisnis dan wisata internasional. Penambahan aset The Hari di tiga kota itu sekaligus memperluas eksposur Vignette Collection terhadap pasar perjalanan premium.
Vignette Collection terus memperluas jaringan globalnya dengan sejumlah pembukaan baru, termasuk The One Shanghai Downtown, Palm Springs Hotel Chengdu, dan CIEL Dubai Marina. Pipeline berikutnya mencakup Mangala Estate Kuantan dan Vaagali Maldives.
