Pantja Izakaya Hadirkan Menu Wagyu Australia dari Westholme

- Pantja Izakaya berkolaborasi secara terbatas dengan Westholme Wagyu Australia, mengolah berbagai potongan daging memakai teknik Jepang, robata, dan arang binchotan.
- Westholme mengembangkan genetika Wagyu Jepang di Australia; sapi merumput sebelum sebagian menjalani grain finishing untuk menghasilkan marbling, tekstur lembut, dan rasa kaya.
- Menu mencakup Korean Short Rib, Gyutan, Gyukatsu Sando, Rib Eye Yakiniku, serta Striploin robata, juga dessert dan minuman berbasis lemak sapi; tersedia terbatas di Jakarta Selatan.
Jakarta, FORTUNE — Pantja Izakaya menghadirkan kolaborasi terbatas dengan Westholme Wagyu, produsen Wagyu asal Australia. Kolaborasi ini mengeksplorasi sejumlah potongan daging Wagyu melalui teknik Jepang, penggunaan api, serta karakter masing-masing potongan daging.
Di Pantja Izakaya, bahan menjadi bagian utama dalam proses memasak. Dapur restoran menggunakan teknik Jepang dengan robata dan arang binchotan, dengan perhatian pada panas, tekstur, serta karakter alami bahan. Pendekatan serupa diterapkan dalam pengolahan Westholme Wagyu dengan menyesuaikan teknik memasak berdasarkan karakter setiap potongan.
Westholme merupakan produsen Wagyu Australia yang beroperasi di wilayah rangeland Australia bagian utara. Genetika Wagyu yang digunakan berasal dari garis keturunan Jepang yang dikembangkan selama beberapa dekade dalam kondisi Australia.
Sapi Westholme menghabiskan masa awal hidupnya dengan merumput di padang rumput dan pakan musiman sebelum sebagian masuk ke program grain finishing. Proses tersebut menghasilkan daging dengan marbling, tekstur yang lembut, serta keseimbangan antara rasa kaya dan karakter daging sapi.
Eksplorasi tekstur dan rasa
Dalam kolaborasi ini, Pantja Izakaya menyusun menu yang menggunakan sejumlah potongan Westholme Wagyu dengan teknik pengolahan berbeda.
Korean Short Rib dimasak secara perlahan untuk melunakkan tekstur sekaligus membangun rasa gurih yang lebih dalam. Hidangan ini dipadukan dengan daikon, shiitake, dan kimchi.
Sementara itu, Gyutan diolah dengan gaya yakiniku. Proses memasak yang singkat dan langsung mempertahankan tekstur alami lidah sapi, kemudian disajikan dengan kuro shichimi dan lemon.
Untuk Gyukatsu Sando, Pantja menggunakan bagian rib eye yang dinilai memiliki keseimbangan antara kelembutan dan marbling. Daging digoreng sebagai gyukatsu, kemudian disajikan dengan shokupan dan saus tonkatsu.
Pilihan lainnya adalah Rib Eye Yakiniku, yang dimasak cepat di atas arang binchotan untuk mengeluarkan aroma dan karakter lemak dari daging tanpa memasaknya secara berlebihan.
Bagian Striploin diolah dalam format steak dengan teknik robata menggunakan kayu rambutan lokal. Teknik tersebut memberikan lapisan aroma asap pada daging, sekaligus mempertahankan struktur dan karakter rasa daging sapi.
Eksplorasi Westholme Wagyu juga berlanjut ke hidangan penutup dan minuman. Beef Fat Caramel memadukan kekayaan lemak sapi dengan es krim vanila, sobacha, dan garam laut asap. Sementara di bar, Beef Tallow Godfather memadukan bourbon, beef tallow, Laphroaig, koji, dan bitters.
Secara keseluruhan, menu tersebut mengeksplorasi Westholme Wagyu melalui teknik memasak lambat, yakiniku, penggorengan, dan robata. Menu kolaborasi ini tersedia dalam waktu dan jumlah terbatas di Pantja Izakaya.
Pantja Izakaya berlokasi di Sequis Tower, Ground Floor #03-03, Jendral Sudirman–SCBD, Jakarta Selatan. Restoran ini buka Senin hingga Sabtu, pukul 11.00–00.00.



















