Jakarta, FORTUNE - Ruang kebugaran di hotel, apartemen, hingga rumah mewah tak hanya fokus pada fungsi, tetapi juga diperhitungkan sebagai bagian dari konsep interior dan pengalaman penghuni. Perubahan itu menjadi peluang bagi industri peralatan kebugaran premium. Perusahaan tidak lagi hanya bersaing melalui performa dan teknologi mesin olahraga, tetapi juga desain, material, serta kemampuannya menyatu dengan karakter sebuah bangunan. Tren tersebut terlihat dalam langkah Technogym, produsen peralatan kebugaran asal Italia, yang memperkenalkan koleksi Sand Stone. Lini baru ini menggabungkan fungsi peralatan olahraga dengan pendekatan desain yang terinspirasi dari batu pasir Mediterania.
A&D Business Development Manager Technogym Asia Pasifik, Michaela Rihova, mengatakan perubahan konsep ruang kebugaran terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Hotel dan pengembang properti, menurut dia, mulai merancang fasilitas wellness sejak tahap awal pengembangan bangunan, bukan sekadar menempatkannya sebagai fasilitas tambahan.
“Jika sebelumnya kita membayangkan ruang wellness, biasanya bentuknya adalah gym gelap di ruang bawah tanah tanpa cahaya alami. Selama lima tahun terakhir, hotel atau kondominium mulai mengadopsi pendekatan desain baru yang lebih alami, sederhana, dengan warna-warna yang lebih lembut dan jauh lebih banyak cahaya matahari,” ujar Michaela dalam pemaparan koleksi Sand Stone, di Jakarta, Kamis (5/11).
Ia menambahkan, perubahan tersebut turut memengaruhi lokasi dan fasilitas yang disediakan. Ruang kebugaran kini tidak selalu berada di lantai bawah, tetapi dapat ditempatkan di lantai atas dengan pencahayaan alami. Fasilitasnya pun semakin terintegrasi dengan layanan wellness lain, seperti sauna, kolam berendam dingin, dan terapi kontras suhu.
Perubahan konsep tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan pasar wellness real estate global. Global Wellness Institute (GWI) mencatat, nilai pasar properti yang dirancang untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan penghuninya mencapai US$876 miliar pada 2025. Angka itu meningkat dari US$151 miliar pada 2017. GWI memperkirakan nilainya dapat mencapai US$1,8 triliun pada 2030.
Di Indonesia, pasar pusat kebugaran juga menunjukkan potensi. Laporan MarketLine yang dipublikasikan pada Maret 2026 memperkirakan pendapatan industri gym dan klub kesehatan di Indonesia mencapai US$600 juta pada 2025. Dalam periode 2020–2025, industri tersebut tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk atau CAGR sebesar 6,9 persen.
Michaela menjelaskan, melalui koleksi Sand Stone, Technogym mencoba menjawab kebutuhan tersebut dengan menyatukan sejumlah kategori peralatan dalam satu identitas desain. Koleksinya mencakup perangkat kardio, latihan kekuatan, peralatan fungsional, hingga Technogym Reform yang menjadi salah satu produk unggulan dalam lini ini.
Pendekatan desainnya mengambil inspirasi dari karakter batu pasir mediterania. Palet warna netral, tekstur alami, dan sentuhan kayu menjadi ciri utama koleksi yang menyasar hunian, hotel, kompleks residensial, hingga klub kebugaran premium. Konsep tersebut menggambarkan perpaduan dua karakter yang berbeda, yakni kelembutan dan kekuatan.
“Batu ini dibentuk secara perlahan oleh alam, oleh angin dan hujan. Jadi, batu tersebut terpahat seiring waktu, bukan dengan terburu-buru. Ketika kita memisahkan kata sand dan stone, ada sesuatu yang menarik. Kelembutan berarti kekuatan, keluwesan berarti stabilitas,” tuturnya.
Konsep tersebut diterjemahkan ke dalam pilihan material dan warna. Bagian casing menggunakan Speckled Stone, material yang mengandung 2–3 persen mineral mika alami dan 30 persen material daur ulang. Kandungan mika memberikan efek bintik terang dan gelap ketika terkena cahaya, sekaligus membantu menjaga konsistensi material serta mengurangi risiko penuaan akibat paparan sinar ultraviolet.
“Jadi, kami menyebutnya Speckled Stone karena kami benar-benar menggunakan batu asli yang dicampurkan ke dalam material casing. Kami menggunakan mika, yaitu batu vulkanik yang juga dapat ditemukan di Italia, misalnya di Pulau Elba,” katanya.
Sementara itu, bagian rangka dan detail peralatan menggunakan sentuhan Warm Titanium untuk menghadirkan kesan modern dan berteknologi. Permukaan berwarna tanah liat dengan material kulit vegan digunakan pada sejumlah bagian yang bersentuhan langsung dengan pengguna.
Unsur alam juga hadir pada aksesori latihan. Technogym menggunakan kayu ash pada pegangan sejumlah Personal Tools, serta mencampurkan gabus alami pada bagian cincin di sekitar dumbbell. Adapun Technogym Reform memadukan kayu beech, kulit vegan, dan aluminium untuk menghasilkan tampilan yang lebih menyerupai furnitur interior.
Di luar desain fisik, Technogym melihat personalisasi dan teknologi berbasis data sebagai bagian dari perkembangan industri wellness berikutnya. Michaela menyebut perusahaan mengandalkan riset pasar serta tim penelitian dan pengembangan yang beranggotakan lebih dari 200 orang untuk merancang produk baru.
Menurut dia, konsumen dan pengelola fasilitas kebugaran semakin membutuhkan pengalaman yang sesuai dengan kondisi serta tujuan masing-masing pengguna. Karena itu, penggunaan data dan kecerdasan buatan (AI) diperkirakan semakin berperan dalam program latihan. “Dan satu tren besar lainnya, tentu saja, adalah data. Teknologi berbasis data dan AI,” ujarnya.
Technogym telah mengembangkan ekosistem teknologi yang memungkinkan pengguna memantau kondisi tubuh dan perkembangan latihan. Salah satunya melalui Technogym Checkup, perangkat penilaian yang mengukur enam kategori kebugaran, termasuk komposisi tubuh, mobilitas, keseimbangan, kapasitas kardiovaskular, dan kekuatan.
Hasil pengukuran tersebut kemudian diproses oleh pelatih AI untuk memberikan rekomendasi program latihan sesuai kondisi pengguna. Michaela mengatakan pemanfaatan data dapat membuat latihan lebih terarah dan membantu pengguna mencapai target kebugaran secara lebih efektif. “Ketika Anda melacak data dan mengikuti program latihan, latihan Anda akan jauh lebih tepat dan Anda dapat mencapai hasil lebih cepat,” katanya.
Dengan menggabungkan desain interior, material, dan teknologi personalisasi, Technogym memperluas definisi peralatan kebugaran premium. Produk olahraga kini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan latihan, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman tinggal dan gaya hidup yang ditawarkan sebuah properti.