Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Akuisisi SINI oleh CUAN di Tengah Negosiasi, MTO Menanti
PT Singaraja Putra Tbk (singarajaputra.com)
  • Pemegang saham pengendali SINI masih bernegosiasi dengan Grup Petrindo Jaya Kreasi terkait rencana akuisisi saham mayoritas.
  • Jika pengambilalihan resmi, Grup PJK akan menggelar mandatory tender offer; harga final baru diumumkan setelah rencana difinalisasi sesuai aturan.
  • Usai rights issue Juli 2026, kepemilikan Grup PJK naik menjadi 27,78 persen, seiring transformasi SINI menjadi perusahaan tambang batu bara terintegrasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Bagaimana perkembangan dari rencana akuisisi saham mayoritas PT Singaraja Putra Tbk (SINI) oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)?

Menurut Direktur Utama SINI, Amir Antolis, saat ini pemegang saham pengendali SINI masih bernegosiasi dengan Grup Petrindo Jaya Kreasi (PJK). Jika rencana pengambilalihan oleh Grup PJK resmi dilaksanakan, maka mereka akan menggelar mandatory tender offer sebagai calon pengendali baru SINI.

"Berdasarkan pemahaman manajemen dan mengacu pada ketentuan POJK No. 9/POJK.04/2018, maka indikasi harga pelaksanaan MTO merupakan rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian saham SINI selama 90 hari sebelum pengumuman negosiasi pengambilalihan," kata Amir dalam Paparan Publik Insidentil SINI, Jumat (11/9).

Harga final pelaksanaan MTO sendiri baru akan ditentukan dan diumumkan setelah rencana tersebut difinalisasi, sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

Sebagai catatan, setelah aksi penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue pada Juli 2026, kepemilikan saham Grup PJK di SINI naik menjadi 27,78 persen dari sebelumnya 19,99 persen. Porsi kepemilikan itu meliputi:

  • 7,9 persen oleh PT Kreasi Jasa Persada.

  • 19,88 persen oleh PT Petrosea Tbk (PTRO).

Secara bersamaan, kepemilikan saham SINI oleh pemegang saham pengendali lama menurun menjadi 37,05 persen, dari sebelumnya 54,59 persen. Sementara itu, kepemilikan oleh publik mencapai 35,17 persen.

Langkah grup emiten afiliasi Prajogo Pangestu masuk ke SINI selaras dengan transformasi perseroan untuk menjadi perusahaan pertambangan batu bara terintegrasi. Sebelumnya, SINI fokus ke bisnis jasa akomodasi dan perkayuan.

Saat ini, SINI memiliki 5 Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara termal lewat anak usahanya, PT Dwi Daya Swakarsa (DDS) dan PT Karya Mineral Sentosa (KMS). Total area konsesinya adalah 21.119 hektare, dengan perkiraan cadangan sejumlah 231 juta metrik ton.

Dari 5 konsesi itu, baru 3 yang telah aktif produksi, yaitu PT Cristian Eka Pratama (Kalimantan Timur) serta PT Pasir Bara Prima dan PT Persada Kapuas Prima (Kalimantan Tengah).

Curated For You

Editorial Team

Related Article