Seiring dengan kebijakan pengecualian saham HSC dari perhitungan IHSG, daftar emiten yang masuk kategori tersebut menjadi perhatian investor. Pasalnya, daftar ini dapat berubah mengikuti perkembangan struktur kepemilikan saham dan hasil penelaahan bursa.
Berdasarkan data BEI per 23 Oktober 2026, terdapat 81 saham dalam daftar pemantauan HSC. Sepanjang Oktober, sebanyak 23 saham baru masuk dalam daftar tersebut, yakni INDO, BSWD, DUTI, SHIP, EPMT, MTEL, DMND, SAME, INPP, BBMD, TMAS, ADES, CLAY, MAYA, BALI, PSAB, CITA, TBIG, BMAS, SMMT, SSMS, TFCO, dan FILM.
Di sisi lain, MGLV dan LUCY telah keluar dari daftar masing-masing pada 12 Oktober dan 2 Juli 2026. Saham FILM juga sempat dikeluarkan pada 12 Oktober, sebelum kembali masuk dalam daftar HSC pada 22 Oktober 2026.
Perubahan itu menunjukkan status HSC tidak bersifat permanen. Emiten dapat masuk atau keluar dari daftar sesuai dengan hasil pemantauan dan perkembangan data kepemilikannya.
Hanya saja, tetap perlu dipahami bahwa masuknya saham dalam daftar HSC bukan merupakan rekomendasi untuk menjual atau membeli saham tertentu.
Apa itu High Shareholding Concentration (HSC)? | HSC adalah kondisi ketika kepemilikan saham perusahaan terkonsentrasi pada sejumlah kecil pemegang saham. |
Apakah saham HSC berarti fundamentalnya buruk? | Tidak, karena HSC menggambarkan struktur kepemilikan, bukan penilaian langsung atas kinerja keuangan perusahaan. |
Apa risiko saham HSC? | Risikonya dapat mencakup likuiditas terbatas, volatilitas harga, dan persoalan tata kelola. |
Saham apa saja yang keluar dari daftar HSC pada Oktober 2026? | Per 23 Oktober 2026, MGLV dan LUCY tercatat keluar dari daftar HSC. |