Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Bagaimana Mengevaluasi Performa Portofolio Secara Objektif?

Bagaimana Mengevaluasi Performa Portofolio Secara Objektif?
ilustrasi portofolio investasi (pexels.com/Yan Krukau)
  • Evaluasi portofolio perlu memakai periode konsisten agar kinerja strategi tidak bias oleh fluktuasi pasar jangka pendek.

  • Return dihitung dari perubahan harga, dividen atau bunga, serta biaya investasi.

  • Kinerja perlu dibandingkan dengan benchmark yang relevan, diukur risikonya, ditinjau kontribusi dan alokasi asetnya, lalu diselaraskan kembali dengan tujuan investasi serta profil risiko.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mengevaluasi performa portofolio tidak cukup dengan melihat apakah nilainya sedang naik atau turun. Investor perlu mengukur return, membandingkan dengan benchmark, serta melihat risiko yang diambil.

Evaluasi juga perlu dilakukan dalam periode yang konsisten. Dengan cara ini, investor dapat mengetahui apakah portofolio berkinerja sesuai target atau hanya terdorong oleh pergerakan pasar jangka pendek.

Nah, bagaimana mengevaluasi performa portofolio secara objektif? Ikuti langkah-langlah berikut ini.

  1. Bagaimana mengevaluasi performa portofolio secara objektif?

  2. 1. Tentukan periode evaluasi

    Langkah pertama adalah menentukan periode pengamatan yang sesuai dengan tujuan investasi. Performa harian cenderung dipengaruhi market noise, sehingga kurang menggambarkan kinerja strategi secara menyeluruh.

    Investor dapat menggunakan periode bulanan, triwulanan, atau tahunan. Untuk strategi jangka panjang, evaluasi dalam beberapa tahun dapat memberikan gambaran yang lebih relevan.

  3. 2. Hitung return portofolio

    Setelah periode ditentukan, ukur perkembangan nilai portofolio. Perhitungan tidak hanya memperhatikan kenaikan atau penurunan harga aset, tetapi juga pendapatan yang diterima selama periode tersebut.

    Return portofolio dapat memperhitungkan:

    • perubahan harga aset atau capital gain/loss
    • dividen atau bunga yang diterima
    • biaya transaksi dan biaya investasi lainnya.

    Untuk melihat kinerja dalam jangka panjang, investor juga dapat menggunakan annualized return. Ukuran ini mengubah hasil investasi selama periode tertentu menjadi rata-rata pertumbuhan tahunan, sehingga lebih mudah dibandingkan dengan investasi lain.

    Inflasi dan pajak perlu diperhatikan ketika investor ingin mengetahui pertumbuhan nilai investasi secara riil. Sebab, kenaikan nominal portofolio belum tentu menunjukkan peningkatan daya beli dengan besaran yang sama.

  4. 3. Bandingkan dengan benchmark

    Kinerja portofolio dapat dievaluasi dengan membandingkan return terhadap tolok ukur atau benchmark. Perbandingan ini membantu investor mengetahui apakah portofolionya mencatatkan kinerja lebih baik atau lebih rendah dibandingkan pasar.

    Untuk portofolio saham Indonesia, IHSG dapat digunakan sebagai acuan umum. Investor juga dapat memakai indeks lain yang lebih sesuai dengan karakter portofolio, seperti IDX30, LQ45, IDX80, atau indeks sektoral.

    Pastikan return portofolio dan benchmark dibandingkan dalam periode yang sama. Pilih juga tolok ukur yang sesuai dengan jenis aset. Misalnya, portofolio yang sebagian besar berisi obligasi kurang tepat jika hanya dibandingkan dengan indeks saham.

  5. 4. Ukur risiko yang diambil

    Return yang tinggi belum tentu menunjukkan kinerja portofolio yang lebih baik. Investor juga perlu memperhitungkan risiko yang diambil untuk memperoleh imbal hasil tersebut. Beberapa metrik berikut dapat digunakan untuk mengukur kinerja berdasarkan tingkat risikonya.

    • Sharpe Ratio mengukur imbal hasil portofolio dibandingkan dengan total risiko yang ditanggung.
    • Treynor Ratio mengukur imbal hasil berdasarkan risiko pasar atau beta.
    • Jensen's Alpha mengukur selisih antara return portofolio dan hasil yang diharapkan berdasarkan risiko pasar.
    • Maximum Drawdown menunjukkan penurunan terbesar nilai portofolio dari titik tertinggi ke titik terendah dalam periode tertentu.

    Dengan metrik tersebut, investor dapat menilai apakah return yang diperoleh sebanding dengan risikonya. Sebab, portofolio dengan return tinggi bisa saja memiliki tingkat risiko yang lebih besar.

  6. 5. Periksa kontribusi aset dan alokasi portofolio

    Selanjutnya, periksa kontribusi setiap aset terhadap kinerja portofolio. Investor dapat melihat saham, obligasi, reksa dana, atau aset lain yang memberikan keuntungan maupun mencatatkan penurunan.

    Perhatikan juga perubahan komposisi aset dalam portofolio. Kenaikan atau penurunan harga dapat mengubah porsi setiap aset sehingga tidak lagi sesuai dengan alokasi awal.

    Jika komposisinya sudah jauh dari target, investor dapat melakukan rebalancing. Strategi ini dilakukan dengan menyesuaikan kembali porsi aset agar sesuai dengan rencana investasi dan tingkat risiko yang ditetapkan.

  7. 6. Cocokkan hasil dengan tujuan investasi

    Tahap terakhir adalah memastikan kinerja portofolio masih sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko. Evaluasi dapat dilakukan dengan meninjau return, benchmark, tingkat risiko, biaya investasi, dan alokasi aset.

    Pertimbangkan juga perubahan kondisi keuangan dan kemampuan dalam menanggung risiko. Evaluasi secara berkala membantu investor menentukan apakah portofolio perlu dipertahankan atau disesuaikan berdasarkan data.

    Demikian cara mengevaluasi performa portofolio secara objektif. Evaluasi yang tepat dapat menjaga strategi investasi tetap sesuai dengan tujuan.

    FAQ seputar mengevaluasi performa portofolio secara objektif

    Apa indikator utama untuk mengevaluasi portofolio?

    Indikatornya mencakup return, benchmark, dan metrik risiko.

    Mengapa portofolio perlu dibandingkan dengan benchmark?

    Benchmark membantu mengetahui posisi kinerja portofolio terhadap pasar atau aset sejenis.

    Apa fungsi Sharpe Ratio?

    Sharpe Ratio mengukur imbal hasil berlebih berdasarkan risiko total portofolio.

    Kapan rebalancing dilakukan?

    Rebalancing dilakukan ketika alokasi aset sudah menyimpang dari target yang ditetapkan.

Share Article
Editorial Team

Latest in Market

See More