Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Memilih Investasi Berdasarkan Horizon Waktu dan Profil Risiko
ilustrasi investor (freepik.com/Pressfoto)
  • Investor perlu menentukan horizon waktu penggunaan dana karena durasi investasi memengaruhi pilihan instrumen dan kemampuan menghadapi fluktuasi pasar.

  • Profil risiko dinilai dari toleransi terhadap perubahan nilai aset, kondisi keuangan, tujuan, pengalaman, dan pengetahuan.

  • Pilihan investasi harus memadukan horizon waktu, profil risiko, tujuan, dan kebutuhan likuiditas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memilih instrumen investasi tidak cukup hanya melihat potensi keuntungan. Investor juga perlu mempertimbangkan jangka waktu investasi dan tingkat risiko yang mampu ditanggung agar pilihan aset sesuai dengan tujuan keuangan.

Jangka waktu atau time horizon menunjukkan berapa lama dana akan diinvestasikan sebelum digunakan. Sementara itu, profil risiko menggambarkan kemampuan investor menghadapi naik turunnya nilai aset.

Nah, berikut ini adalah cara memilih instrumen investasi berdasarkan horizon waktu dan profil risiko. Simak dengan baik, ya.

Cara memilih instrumen investasi berdasarkan horizon waktu dan profil risiko

1. Tentukan horizon waktu investasi

Tentukan terlebih dahulu kapan dana akan digunakan. Horizon waktu dapat berlangsung dari hitungan bulan hingga puluhan tahun dan tidak memiliki batas periode yang berlaku universal bagi semua investor.

Secara umum, horizon investasi dapat dibagi menjadi tiga:

  • Jangka pendek

Kurang dari sekitar 1–3 tahun. Dana biasanya perlu ditempatkan pada instrumen yang lebih stabil dan mudah dicairkan, seperti deposito atau reksa dana pasar uang.

  • Jangka menengah

Jangka waktu sekitar 3–5 tahun. Investor dapat mempertimbangkan kombinasi aset berisiko rendah hingga menengah, seperti obligasi, SBN, atau reksa dana pendapatan tetap.

  • Jangka panjang

Jangka waktu lebih dari 5 tahun. Waktu yang lebih panjang memberi ruang untuk menghadapi fluktuasi pasar sehingga saham atau reksa dana saham dapat menjadi pilihan untuk tujuan seperti pensiun.

2. Kenali profil risiko sebelum memilih aset

Profil risiko menunjukkan tingkat toleransi investor terhadap naik-turunnya nilai investasi. Penilaiannya tidak hanya berdasarkan kenyamanan menghadapi kerugian, tetapi juga mempertimbangkan kondisi keuangan, tujuan, pengalaman, dan pengetahuan investasi.

Secara umum, profil risiko terbagi menjadi:

  • Konservatif

Investor konservatif mengutamakan keamanan modal dan cenderung menghindari fluktuasi besar. Instrumen seperti deposito, reksa dana pasar uang, dan obligasi jangka pendek dapat menjadi pilihan.

  • Moderat

Investor moderat bersedia menerima fluktuasi dalam batas tertentu untuk memperoleh potensi imbal hasil yang lebih tinggi. Instrumen seperti obligasi, reksa dana campuran, serta kombinasi saham dan aset pendapatan tetap dapat dipertimbangkan.

  • Agresif

Investor agresif memiliki toleransi tinggi terhadap fluktuasi dan siap menghadapi potensi kerugian dalam jangka pendek untuk mengejar pertumbuhan aset dalam jangka panjang. Saham dan reksa dana saham termasuk instrumen yang dapat dipertimbangkan.

3. Padukan horizon waktu dengan profil risiko

Setelah mengetahui horizon waktu dan profil risiko, pilih instrumen yang sesuai dengan keduanya. Horizon waktu perlu menjadi pertimbangan utama, apalagi jika dana akan digunakan dalam waktu dekat.

Investor dengan horizon pendek sebaiknya menghindari aset dengan fluktuasi tinggi meskipun memiliki profil risiko agresif. Pasalnya, waktu untuk memulihkan kerugian akibat penurunan pasar lebih terbatas.

Pilihan investasi sesuai horizon waktu dan profil risiko

Horizon waktu

Profil risiko

Pilihan investasi yang dapat dipertimbangkan

Pendek

Konservatif

Deposito, reksa dana pasar uang

Pendek

Moderat

Reksa dana pasar uang, obligasi jangka pendek, reksa dana pendapatan tetap

Pendek

Agresif

Saham, aset kripto, kontrak berjangka, instrumen derivatif

Menengah

Konservatif

Deposito, reksa dana pasar uang, obligasi atau SBN

Menengah

Moderat

Obligasi, SBN, reksa dana campuran

Menengah

Agresif

Saham, reksa dana saham, aset kripto, kontrak berjangka

Panjang

Konservatif

Obligasi atau SBN, reksa dana pendapatan tetap, deposito

Panjang

Moderat

Reksa dana campuran, kombinasi saham dan obligasi, ETF

Panjang

Agresif

Saham, reksa dana saham, ETF saham, aset kripto, instrumen berisiko tinggi

4. Sesuaikan dengan tujuan dan kondisi keuangan

Horizon waktu perlu disesuaikan dengan tujuan investasi. Dana untuk kebutuhan beberapa bulan ke depan tentu membutuhkan strategi berbeda dari dana pensiun yang baru digunakan belasan tahun mendatang.

Pertimbangkan juga kebutuhan likuiditas. Jika dana akan segera digunakan, pilih instrumen yang relatif mudah dicairkan dan memiliki fluktuasi lebih rendah.

Profil risiko juga perlu dievaluasi secara berkala. Perubahan kondisi keuangan dan tujuan dapat memengaruhi kemampuan investor dalam menghadapi risiko.

Jadi, cara memilih investasi berdasarkan horizon waktu dan profil risiko dimulai dengan menentukan kapan dana akan digunakan. Setelah itu, kenali profil risiko dan pilih instrumen yang sesuai dengan kedua faktor tersebut.

FAQ seputar investasi berdasarkan horizon waktu dan profil risiko

Apa itu horizon waktu investasi?

Horizon waktu adalah periode ketika investor berencana mempertahankan investasi sebelum dana digunakan.

Apa saja profil risiko investor?

Profil risiko umumnya terbagi menjadi konservatif, moderat, dan agresif.

Apakah horizon panjang berarti harus memilih saham?

Tidak selalu, karena pilihan aset tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan.

Apakah profil risiko bisa berubah?

Bisa, karena kondisi keuangan, tujuan, pengalaman, dan toleransi risiko dapat berubah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article