Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Daftar Emiten Gelar Buyback Saham, Ada ASII hingga BBCA
ilustrasi saham (unsplash.com/Jakub Żerdzicki)

  • Sejumlah emiten BEI menggelar buyback saham dengan alokasi dana mulai dari ratusan juta hingga triliunan rupiah.

  • ASII menyiapkan dana terbesar senilai Rp8 triliun, disusul BBCA, ADRO, dan AADI masing-masing Rp5 triliun.

  • Emiten dapat melakukan buyback tanpa persetujuan RUPS terlebih dahulu sesuai ketentuan OJK yang berlaku.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Di tengah fluktuasi pasar modal, sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia menjalankan pembelian kembali saham (buyback). Berdasarkan keterbukaan informasi hingga 21 Oktober 2026, dana yang disiapkan mulai dari ratusan juta hingga triliunan rupiah.

Pelaksanaan buyback mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 dan Surat OJK Nomor S-112/D.04/2026 tertanggal 9 September 2026. Emiten bisa melakukan buyback tanpa persetujuan RUPS terlebih dahulu asalkan memenuhi persyaratan.

Berikut daftar emiten yang menggelar buyback. Dana alokasi merupakan batas maksimal anggaran, bukan nilai transaksi yang telah direalisasikan.

Daftar emiten buyback saham 2026

Astra International (ASII)

  • Alokasi dana: Rp8 triliun

  • Periode: 20 Juli 2026–16 Juli 2027

Bank Central Asia (BBCA)

  • Alokasi dana: Rp5 triliun

  • Periode: 12 Maret 2026–11 Maret 2027

Alamtri Resources Indonesia (ADRO)

  • Alokasi dana: Rp5 triliun

  • Periode: 17 April 2026–18 April 2027

Adaro Andalan Indonesia (AADI)

  • Alokasi dana: Rp5 triliun

  • Periode: 23 Mei 2026–22 Mei 2027

Telkom Indonesia (TLKM)

  • Alokasi dana: Rp4 triliun

  • Periode: 9 Juni 2026–8 Juni 2027

GoTo Gojek Tokopedia (GOTO)

  • Alokasi dana: Rp3,5 triliun

  • Periode: 19 Juni 2026–18 Juni 2027

United Tractors (UNTR)

  • Alokasi dana: Rp2 triliun

  • Periode: 1 Oktober–31 Desember 2026

Merdeka Battery Materials (MBMA)

  • Alokasi dana: Rp1,38 triliun

  • Periode: 17 September–16 Desember 2026

Bank Mandiri (BMRI)

  • Alokasi dana: Rp1,17 triliun

  • Periode: 30 April 2026–29 April 2027

Barito Pacific (BRPT)

  • Alokasi dana: Rp1 triliun

  • Periode: 19 Oktober–31 Desember 2026

Barito Renewables Energy (BREN)

  • Alokasi dana: Rp1 triliun

  • Periode: 19 Oktober–31 Desember 2026

Chandra Asri Pacific (TPIA)

  • Alokasi dana: Rp1 triliun

  • Periode: 19 Oktober–31 Desember 2026

Dian Swastatika Sentosa (DSSA)

  • Alokasi dana: Rp1 triliun

  • Periode: 19 Oktober 2026–18 Januari 2027

Bank BTPN Syariah (BTPS)

  • Alokasi dana: Rp1 triliun

  • Periode: Maksimal 12 bulan setelah RUPSLB 14 Oktober 2026

Bank Negara Indonesia (BBNI)

  • Alokasi dana: Rp627 miliar

  • Periode: 27 Juli–26 Oktober 2026

Petrindo Jaya Kreasi (CUAN)

  • Alokasi dana: Rp500 miliar

  • Periode: 19 Oktober–31 Desember 2026

Kalbe Farma (KLBF)

  • Alokasi dana: Rp500 miliar

  • Periode: 17 September–17 Desember 2026

Erajaya Swasembada (ERAA)

  • Alokasi dana: Rp500 miliar

  • Periode: 4 September–4 Desember 2026

Sarana Menara Nusantara (TOWR)

  • Alokasi dana: Rp500 miliar

  • Periode: 30 September–30 Desember 2026

TBS Energi Utama (TOBA)

  • Alokasi dana: Rp448,69 miliar

  • Periode: 17 April 2026–17 April 2027

Astra Agro Lestari (AALI)

  • Alokasi dana: Rp400 miliar

  • Periode: 2 Oktober–28 Desember 2026

Bangun Kosambi Sukses (CBDK)

  • Alokasi dana: Rp250 miliar

  • Periode: 20 Agustus–19 November 2026

Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE)

  • Alokasi dana: Rp200 miliar

  • Periode: 1 Juni 2026–29 Mei 2027

Prodia Widyahusada (PRDA)

  • Alokasi dana: Rp150 miliar

  • Periode: 20 Agustus–19 November 2026

Paramita Bangun Sarana (PBSA)

  • Alokasi dana: Rp100 miliar

  • Periode: 20 Oktober 2026–19 Januari 2027

Elnusa (ELSA)

  • Alokasi dana: Rp100 miliar

  • Periode: 3 Agustus–2 November 2026

Estika Tata Tiara (BEEF)

  • Alokasi dana: Rp100 miliar

  • Periode: 19 Mei 2026–18 Mei 2027

IMC Pelita Logistik (PSSI)

  • Alokasi dana: Rp50 miliar

  • Periode: 18 Mei 2026–17 Mei 2027

Quantum Clovera Investama (KREN)

  • Alokasi dana: Rp50 miliar

  • Periode: Maksimal 12 bulan sejak 24 Juni 2026

Mulia Boga Raya (KEJU)

  • Alokasi dana: Rp28,12 miliar

  • Periode: Maksimal 12 bulan setelah RUPSLB 21 April 2026

Asuransi Maximus Graha Persada (ASMI)

  • Alokasi dana: Rp17,91 miliar

  • Periode: Maksimal 12 bulan setelah RUPSLB 27 April 2026

UBC Medical Indonesia (LABS)

  • Alokasi dana: Rp12,6 miliar

  • Periode: 11 Agustus 2026–11 Januari 2027

Alkindo Naratama (ALDO)

  • Alokasi dana: Rp10 miliar

  • Periode: 24 Juni 2026–23 Juni 2027

Ashmore Asset Management Indonesia (AMOR)

  • Alokasi dana: Rp7 miliar

  • Periode: 1 Agustus–31 Oktober 2026

Bank CIMB Niaga (BNGA)

  • Alokasi dana: Rp480 juta

  • Periode: Maksimal 12 bulan setelah RUPSLB 17 April 2026

Sejumlah emiten mengungkapkan tujuan buyback. Misalnya, DSSA menargetkan peningkatan nilai bagi pemegang saham dan kepercayaan publik. PBSA berupaya menjaga stabilitas harga saham.

Meski telah mengalokasikan dana, realisasi buyback bergantung pada keputusan emiten dan kondisi pasar selama periode pelaksanaan. Dengan demikian, jumlah saham yang dibeli kembali belum tentu mencapai batas maksimal anggaran yang disiapkan.

FAQ seputar daftar emiten gelar buyback saham

Apa itu buyback saham?

Buyback adalah aksi perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri.

Emiten mana yang memiliki plafon buyback terbesar dalam daftar?

Astra International (ASII) memiliki plafon maksimal Rp8 triliun.

Berapa dana buyback yang disiapkan BRPT, BREN, dan TPIA?

Masing-masing menyiapkan dana maksimal Rp1 triliun.

Apakah plafon buyback sama dengan realisasi pembelian?

Tidak, plafon merupakan batas dana yang disiapkan dan bukan nilai pembelian yang sudah terealisasi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article