DER sebaiknya tidak dianalisis hanya berdasarkan tinggi atau rendahnya angka. Investor perlu melihat beberapa faktor agar dapat menilai tingkat utang perusahaan dengan lebih tepat. Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
Setiap industri memiliki kebutuhan modal dan karakteristik utang yang berbeda. Karena itu, bandingkan DER dengan perusahaan dalam sektor yang sama agar hasilnya lebih relevan.
Lihat perubahan DER dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan DER secara konsisten dapat menunjukkan perusahaan semakin bergantung pada utang. Sementara itu, penurunan dapat menunjukkan berkurangnya penggunaan utang terhadap ekuitas.
Utang tidak selalu berdampak buruk. Perusahaan dapat menggunakannya untuk ekspansi, membeli aset produktif, atau mendukung pertumbuhan bisnis.
DER perlu dianalisis bersama arus kas dan laba perusahaan. Utang yang besar akan lebih berisiko jika perusahaan kesulitan menghasilkan kas untuk memenuhi kewajibannya.
Lengkapi analisis dengan rasio dan indikator lain, seperti profitabilitas, likuiditas, arus kas, serta prospek bisnis. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan gambaran kondisi keuangan perusahaan secara lebih utuh.
Apakah DER tinggi selalu buruk? | Tidak, karena DER tinggi juga dapat mencerminkan penggunaan pendanaan untuk mendukung ekspansi perusahaan. |
Apa arti DER di bawah 1? | DER di bawah 1 berarti liabilitas perusahaan lebih kecil dibandingkan ekuitasnya. |
Mengapa DER perlu dibandingkan dengan perusahaan sejenis? | Karena tingkat DER yang umum dan risikonya dapat berbeda antarindustri. |