Keputusan pembagian dividen interim tersebut diumumkan setelah Bank Mandiri mencatat pertumbuhan laba pada semester I-2026. Berdasarkan data BRI Danareksa Sekuritas yang dirilis Kamis (3/9), BMRI membukukan laba bersih Rp30,4 triliun, tumbuh 24,40 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan tiga bank jumbo lainnya dalam periode yang sama. Manajemen Bank Mandiri sebelumnya menyebut kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit bank only sebesar 19,9 persen YoY per Juni 2026. Penyaluran kredit terutama berasal dari segmen pemerintah dan BUMN, komersial, serta mikro.
Pendapatan perseroan juga tumbuh 10,3 persen YoY. Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat 1,01 persen, paling rendah dibandingkan BRI, BNI, dan BCA.
Sebagai pembanding, BRI membukukan laba bersih Rp30,9 triliun atau tumbuh 17,47 persen YoY. BCA mencatat laba Rp29,5 triliun dengan pertumbuhan 1,80 persen, sedangkan laba BNI mencapai Rp10,7 triliun atau naik 6,60 persen.
Berapa dividen interim BMRI 2026? | Bank Mandiri menetapkan dividen interim sebesar Rp66 per saham atau sekitar Rp6,16 triliun. |
Kapan dividen interim BMRI dibagikan? | Bank Mandiri belum mengumumkan jadwal pembagian dividen interim tersebut. |
Berapa jumlah saham BMRI yang menjadi dasar pembagian? | Jumlah saham beredar Bank Mandiri mencapai 93.333.333.332 lembar. |
Berapa laba bersih BMRI semester I-2026? | BMRI mencatat laba bersih Rp30,4 triliun pada semester I-2026. |