Comscore Tracker
MARKET

Jelang Akhir Pekan, IHSG Diproyeksi Melemah

Investor akan mencermati perkembangan nilai tukar rupiah.

Jelang Akhir Pekan, IHSG Diproyeksi MelemahIHSG terkoreksi. (Shutterstock/Triawanda Tirta Aditya)

by Ekarina

Jakarta, FORTUNE- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Jumat (7/10) seiring sejumlah tekanan domestik dan global yang diprediksi belum mereda. 

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Suryawijaya, mengatakan IHSG masih berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan pola tekanan. Namun, IHSG masih menunjukkan potensi kenaikan dalam jangka menengah-panjang.

"Momentum ini masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian untuk saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi," katanya dalam riset. 

Dia pun memperkirakan IHSG hari ini bergerak di rentang 6.872 - 7.236. Deretan saham yang menarik dicermati investor hari ini di antaranya: UNVR, ASRI, PWON, CTRA, KLBF, JSMR, WTON, BINA, BBNI, BBCA, dan GGRM.

Penguatan jangka pendek

pergerakan saham di IHSG

Sementara itu, Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher mengatakan, IHSG diprediksi menguat. Candlestick membentuk doji dengan volume rendah disertai indikator MACD bergerak ke arah trend akumulasi mengindikasikan potensi penguatan jangka pendek dengan rentang terbatas.

"Investor akan mencermati perkembangan nilai tukar rupiah," ujarnya. 

Dia memperkirakan indeks saham akan bergerak dalam rentang support 7.049 dan resistance 7.118. Deretan saham yang menarik disoroti hari ini di antaranya TKIM, BBCA, MEDC, INDY, UNVR, BMRI. 

IHSG menguat tipis ke level 7.076 pada perdagangan Kamis (6/10). Indeks saham naik 1,23 poin atau 0,02 persen dari perdagangan sebelumnya.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp15,93 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,23 miliar saham.

Berbeda dengan bursa domestik, Bursa Amerika Serikat ditutup melemah. Dow Jones ditutup 29,926,94 (-1.15 persen), diikuti NASDAQ ditutup 11,073.31 (-0.68 persen) dan  S&P 500 ditutup 3,744.52 (-1.02 peren).

Bursa saham Wall Street ditutup lebih rendah pada Kamis kemarin disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiranmenjelang rilis data tingkat ketenaga kerjaan (nonfarm payrolls) AS bulanan yang diawasi ketat pada hari Jumat.

Tak hanya itu, kekhawatiran pasar akan kenaikan suku bunga yang dilakukan secara agresif oleh Federal Reserve (The Fed) dapat menyebabkan resesi. Konsensus memperkirakan peluang hampir 86 persen dari kenaikan suku bunga 75 basis poin keempat berturut-turut ketika para pembuat kebijakan bertemu pada 1-2 November mendatang. 


 

Related Topics

Related Articles