Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Emiten Asuransi JMAS Target Pendapatan Kontribusi Naik 20% di 2026

2019LogoCDRJMA-Syariah.png
Logo Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi. (Dok. JMAS)

Jakarta, FORTUNE - Emiten asuransi, PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS), membidik pertumbuhan pendapatan kontribusi sebesar 20 persen (YoY) pada 2026.

Direktur Utama Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi, Basuki Agus, mengatakan, berdasarkan realisasi pendapatan kontribusi pada 2025, maka perseroan menargetkan estimasi pendapatan segmen itu senilai Rp360 miliar pada tahun ini.

Untuk meraih target tersebut, perseroan akan menekankan ekspansi produk asuransi kesehatan yang sudah ada. "Kami akan mempertahankan bisnis yang lama kemudian melakukan perluasan, lalu mempertahankan untuk produksi-produksi yang memang memberikan result underwriting yang positif," kata Basuki dalam paparan publik insidentil JMAS, Selasa (20/1).

Lebih lanjut, untuk produk asuransi lain, perseroan sedang berupaya mengembangkan dan mengoptimalkan kanal produk asuransi untuk segmen individu atau ritel.

Sebelumnya, pada 2025, JMAS mencatatkan pendapatan kontribusi sejumlah hampir Rp295,72 miliar, bertumbuh Rp42 miliar dari 2024. Selain itu, perseroan membukukan laba bersih senilai Rp4,03 triliun.

Sejalan dengan itu, beban klaim perseroan berkurang Rp54,52 miliar, dari Rp218,97 miliar pada 2024, menjadi Rp164,45 miliar. Karena penurunan klaim tersebut, rasio klaim terhadap pendapatan kontribusi perseroan pun menurun dari 86,31 persen menjadi 55,61 persen. Begitu pula dengan rasio beban usaha terhadap pendapatan kontribusi yang turun dari 29,5 persen menjadi 24,9 persen.

Basuki mengatakan, penyebab penurunan beban dan rasio klaim adalah total perubahan produksi, yang awalnya didominasi produk asuransi kesehatan, tapi bergeser ke produk asuransi jiwa.

"Artinya, kami bisa menekan untuk klaim-kalim asuransi kesehatan. Lalu di asuransi kesehatan pun kami memang melakukan kontrol terhadap bagaimana mengelola klaim yang betul-betul acceptable, bukan fraud, bukan klaim yang moral hazard, dan sebagainya. Tanpa harus mengurangi hak-haknya nasabah atau pemegang polis," jelas Basuki.

Saham JMAS melemah 4 persen ke harga Rp288 pada akhir perdagangan sesi I, Selasa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

Perkuat Modal, Bukit Uluwatu (BUVA) Berencana Kembali Gelar Rights Issue

20 Jan 2026, 17:03 WIBMarket