MARKET

Dolar AS Menguat, Rupiah Dibuka Ambles ke Rp15.835 Hari Ini

Mayoritas mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS.

Dolar AS Menguat, Rupiah Dibuka Ambles ke Rp15.835 Hari Iniilustrasi uang (unsplash.com/ Mufid Majnun)
27 March 2024

Fortune Recap

  • Rupiah melemah 39 poin atau 0,25 persen ke Rp15.831 per US$, setelah naik tipis pada hari sebelumnya.
  • Pesanan Barang Tahan Lama AS tumbuh 1,4 persen, menunjukkan permintaan dan konsumsi yang kuat di AS.
  • Ketegangan geopolitik di Israel dan Rusia memicu pasar mengalihkan aset ke dolar AS dan emas, membuat rupiah berpeluang melemah.
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Nilai Tukar Rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu (27/3) pagi dengan penurunan 39 poin atau 0,25 persen ke Rp15.831 per US$.

Pada Selasa (26/3) sore, rupiah ditutup pada level Rp15.793 per US$, naik tipis 7 poin atau 0,04 persen.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, memperkirakan rupiah akan mengalami pelemahan pada hari ini. Pasalnya, dolar AS terlihat masih perkasa di hadapan mata uang lainnya dengan Indeks dolar AS masih bertahan di atas 104. 

Sementara itu, data Pesanan Barang Tahan Lama (durable goods) AS pada Februari menunjukkan pertumbuhan 1,4 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang turun 6,9 persen.

"Reboundnya data ini bisa diartikan permintaan atau konsumsi masih cukup kuat di AS. Permintaan yang kuat bisa mendongkrak inflasi AS," ujarnya kepada Fortune Indonesia

Melihat data baik tersebut, pasar diperkirakan akan tetap mewaspadai ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan AS tahun ini.

"Pasar menunggu data PDB dan inflasi AS yang akan dirilis hari Kamis dan Jumat malam. Ini mungkin yang menyebabkan dolar AS masih menguat terhadap nilai tukar lainnnya," katanya.

Selain itu, lanjut Ariston, ketegangan geopolitik yang meninggi karena konflik di Israel dan Rusia juga bisa mendorong pasar mengalihkan sebagian asetnya ke aset aman pada dolar AS dan emas.

"Oleh karena itu, dolar AS berpeluang menguat terhadap rupiah hari ini. Potensi pelemahan rupiah hari ini ke arah Rp15.830-15.850 dengan potensi support di sekitar Rp15.780," ujarnya.

Seirama dengan rupiah, pergerakan mayoritas mata uang kawasan Asia juga melemah pada perdagangan pagi ini. Tercatat hanya peso Filipina dan rupee India yang mengalami penguatan masing-masing 0,09 dan 0,16 persen.

Sementara mata uang lainnya seperti yen Jepang melemah 0,14 persen, dolar Hong Kong melemah 0,06 persen, dolar Singapura turun 0,07 persen, dolar Taiwan turun 0,21 persen, won Korea melemah 0,38 persen, yuan Cina turun 0,15 persen, ringgit Malaysia turun 0,22 persen, dan bath Thailand turun 0,22 persen.

Related Topics