Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

PoR Indodax Tembus Rp18 Triliun, Sinyal Pasar Mulai Bullish?

IMG_6575.jpeg
CEO Indodax, William Sutanto. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Jakarta, FORTUNE - Indodax melaporkan nilai Proof of Reserves (PoR) mencapai sekitar Rp18 triliun. CEO Indodax William Sutanto menjelaskan bahwa publikasi PoR dilakukan atas inisiatif perusahaan, meskipun tidak menjadi kewajiban regulasi. Ia menekankan bahwa keterbukaan data cadangan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan pengguna.

“Informasi cadangan dan alamat dompet dapat ditelusuri melalui blockchain sehingga publik bisa melakukan verifikasi secara mandiri,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (6/1).

PoR sendiri merupakan mekanisme verifikasi berbasis kriptografi yang digunakan platform aset digital untuk menunjukkan bahwa cadangan aset benar-benar tersedia sesuai laporan. Sistem ini berfungsi memastikan dana milik pengguna tetap aman dan dapat ditarik, terutama pada periode volatilitas pasar.

Saat ini, CoinMarketCap menyediakan fitur pemantauan PoR yang memungkinkan pengguna melihat tingkat transparansi sejumlah bursa kripto, termasuk keterlacakan dompet publik dan pembaruan nilai cadangan.

Di sisi lain, Indodax juga mengingatkan pengguna agar memperkuat keamanan akun melalui autentikasi berlapis (Multi Factor Authentication/MFA), memastikan perangkat tetap aman, serta berhati-hati terhadap phishing dan rekayasa sosial.

“Transparansi platform penting, tetapi edukasi keamanan pengguna juga tidak kalah penting,” kata William.

Kenaikan PoR kerap dipersepsikan sebagai sinyal perbaikan sentimen pasar. Peningkatan nilai cadangan umumnya dipengaruhi penguatan harga aset kripto yang membuat valuasi cadangan dalam denominasi dolar AS ikut naik, serta arus masuk dana dan peningkatan aktivitas transaksi di bursa.

Belakangan ini, sentimen pasar kripto disebut membaik, tercermin dari meningkatnya partisipasi investor, volume perdagangan, dan aliran dana dari investor ritel maupun institusi. Namun demikian, dinamika pasar tetap dipengaruhi banyak faktor eksternal, mulai dari kondisi makroekonomi global hingga perkembangan geopolitik. Dalam beberapa pekan terakhir, pasar sempat merespons berbagai headline internasional bersamaan dengan pergerakan Bitcoin yang dilaporkan menguat ke kisaran US$93.000–US$94.000.

Meski tren penguatan muncul, pelaku pasar diingatkan bahwa reli jangka pendek belum tentu menandakan fase bull market yang berkelanjutan. Pasar kripto masih sangat sensitif terhadap faktor likuiditas, kebijakan regulatori, serta risiko global yang dapat berubah dengan cepat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

IHSG Sentuh ATH Lagi, Analis Proyeksi Bisa Lanjut Menguat ke 9.000

08 Jan 2026, 08:08 WIBMarket