Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Astra Otoparts Raih Laba Rp2,2 T pada 2025, Ini Pendorongnya

Astra Otoparts Raih Laba Rp2,2 T pada 2025, Ini Pendorongnya
Astra Otoparts catat kenaikan laba bersih 9,7 persen di kuartal I 2024.

Jakarta, FORTUNE - Emiten manufaktur dan distribusi suku cadang Grup Astra, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), membukukan laba bersih senilai Rp2,20 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut bertumbuh 8,43 persen (YoY) dari Rp2,03 triliun.

Sejalan dengan itu, laba per saham AUTO turut meningkat sebesar 8,29 persen (YoY) dari Rp422 menjadi Rp457. Begitu juga dengan pendapatan bersih yang naik 4,37 persen (YoY) dari Rp19,07 triliun pada 2024 menjadi Rp19,91 triliun.

Katalis pertumbuhannya mencakup penetrasi pasar, penambahan portofolio produk, dan peningkatan kinerja operasional secara berkelanjutan. "Di tengah dinamika industri otomotif, perseroan menunjukkan kinerja yang resilien, didukung oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi pada segmen manufaktur dan perdagangan yang diperkuat dengan ekspor," kata Presiden Direktur Astra Otoparts, Hamdhani Dzulkarnaen Salim dalam keterangan resminya, Selasa (24/2).

Secara detail, pendapatan bersih dari pasar ekspor perseroan meningkat 12,63 persen (YoY) menjadi Rp1,81 triliun pada 2025, dari Rp1,61 triliun pada 2024. Di sisi lain, pendapatan bersih dari pasar lokal bertumbuh 2,06 persen (YoY) dari Rp10,95 triliun pada 2024, menjadi Rp11,17 triliun pada 2025.

Bagaimana dengan pendapatan berdasarkan segmen? Segmen manufaktur perseroan membukukan pendapatan bersih senilai Rp10,57 triliun, naik 4,2 persen (YoY). Pertumbuhan itu didukung oleh penguatan portofolio produk, termasuk kontribusi model kendaraan baru dari pelanggan Original Equipment Manufacturer (OEM) baik roda dua maupun roda empat, serta kinerja ekspor.

Pendapatan segmen perdagangan juga naik 4,5 persen (YoY) menjadi Rp9,34 triliun. Katalis utamanya adalah penguatan pasar domestik, peluncuran produk baru, ekspansi jaringan ritel berkelanjutan, dan ekspor perseroan selama 2025.

Saat ini, AUTO memiliki jaringan distribusi yang mencakup 49 diler utama dan 27 kantor penjualan, yang melayani sekitar 15.000 toko suku cadang secara nasional. Hingga penghujung 2025, perseroan mengoperasikan 654 gerai ritel, yang terdiri dari Astra Otoservice, Super Shop & Drive, Shop & Drive, Shop & Bike, serta Motoquick.

Selain itu, perseroan turut mengelola infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik lewat Astra Otopower. Pada akhir 2025, AUTO sudah menjalankan 65 unit infrastruktur tersebut, yang tersebar di 57 lokasi secara nasional.

Dikutip dari IDX Mobile, saham AUTO terkoreksi 0,36 persen ke harga Rp2.740 pada akhir perdagangan sesi I, Selasa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini, 24 Februari 2026: Naik Rp40.000

24 Feb 2026, 16:47 WIBMarket