ATH Baru Lagi, Reli Penguatan IHSG Diproyeksi Uji Level 9.000

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham gabungan diproyeksikan dapat kembali menguat menuju level psikologis di 9.000 pada Rabu (7/1), setelah mencapai level all time high (ATH) baru pada Selasa (6/1) sore, yakni 8.933,61.
Phintraco Sekuritas menjelaskan, secara teknikal, histogram positif MACD berlanjut menguat seiring dengan kenaikan volume beli. Stochastic RSI juga berlanjut menguat menuju area overbought.
"Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang menguji level psikologis tersebut, namun rentan minor pullback dalam jangka pendek karena profit taking," kata tim analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya.
Level support IHSG hari ini berada di 8.800 dengan pivot di 8.900. Daftar saham yang mereka soroti hari ini, yakni: BBRI, EMTK, SRTG, BBTN, dan INDY.
Sejumlah sentimen mewarnai pergerakan IHSG. Pertama, pemerintah berlanjut memberikan beberapa insentif untuk mendorong daya beli masyarakat sehingga diharapkan dapat memicu akselerasi pertumbuhan ekonomi.
Melalui PMK 105/2025, pemerintah memberi insentif pembebasan PPH 21 selama 2026 untuk karyawan dengan gaji di bawah Rp10 juta per bulan yang bergerak di sektor industri alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, industri kulit dan turunannya, serta pariwisata.
Kemudian ada PMK 90/2025, yakni penetapan PPN ditanggung pemerintah sebesar 100 persen untuk harga jual rumah sampai dengan Rp2 miliar untuk rumah tapak dan Rp5 miliar untuk rumah susun selama 2026. Pemerintah juga sedang mengkaji aturan insentif untuk industri otomotif.
Selain sentimen domestik, investor pun mencermati perkembangan geopolitik global. Di luar itu, investor juga menantikan sejumlah data ekonomi yang akan dirilis dari Eropa dan AS (7/1). Dari Jerman akan ada pengumuman data penjualan ritel dan pasar tenaga kerja, sedangkan Euro Area akan merilis data inflasi. Investor akan mencermati indeks ISM Services dan JOLTS Job Openings dari AS.
Senada dengan Phintraco Sekuritas, BNI Sekuritas memperkirakan IHSG lanjut menguat hari ini. Katalisnya adalah penguatan bursa di Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga komoditas nikel yang cukup signifikan.
"Tapi hati-hati karena sudah naik 5 hari berturut-turut, akan rentan koreksi," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Ia memproyeksikan IHSG hari ini bergerak dengan support 8.860-8.900 dan resisten 8.950-9.000. Daftar saham yang BNI Sekuritas soroti hari ini, yaitu: INCO, DEWA, BUVA, IATA, BULL, dan SMDR.











