Grab Akuisisi Saham Tokopedia dan Lippo Group di OVO

Jakarta, FORTUNE - Setelah Tokopedia memilih bergandengan dengan Gojek, statusnya dengan OVO menjadi āburamā. Karena secara tak langsung, GoToāperusahaan gabungan antara Gojek-Tokopediaāturut memegang saham OVO bersama Grab, saingan utama Gojek di Asia Tenggara. Sampai akhirnya, kini Grab mengambil langkah untuk āmerebutā OVO dari genggaman Tokopedia dan perusahaan konglomerasi Lippo Group.
Menurut dokumen pengajuan ke Kementerian Hukum dan HAM, Grab Holdings Inc mengambil alih saham dari PT Tokopedia dan Lippo Group, menaikkan kepemilikan saham di induk OVOāPT Bumi Cakrawala Perkasaāmenjadi sekitar 90 persen.
āGrabāyang berniat go public lewat merger dengan Altimeter Growth Corp pada akhir 2021āmeningkatkan kepemilikannya di induk OVO dari sekitar 39 persen,ā begitu kata perusahaan dalam permohonannya, dikutip Bloomberg, Selasa (5/10).
1. Sedang dalam Proses Restrukturisasi Kepemilikan
Berdasarkan keterangan OVO, tahap pertama restrukturisasi kepemilikan saham sudah rampung. OVO kini bernilai sekitar US$2 miliar sehingga valuasi pembelian Grab berkisar di antara US$500 juta dan US$1 miliar, menurut narasumber yang meminta syarat anonim ketika memberi keterangan, dikutip Bloomberg.
āKami sedang berkonsultasi erat dengan regulator untuk menyelesaikan proses restrukturisasi kepemilikan dan yakin, (langkah) ini akan memungkinkan kami melayani kebutuhan layanan keuangan masyarakat Indonesia dengan lebih baik,ā kata OVO.
Narasumber anonim lain menambahkan, Grab juga tengah menjual sebagian saham OVO miliknya kepada investor Indonesia demi mematuhi peraturan.
2. Peluang EMTEK Akuisisi Saham OVO dari Grab
Pada 2021, menurut Mobile Payments Report 2021 dari Boku Inc, OVO merupakan dompet digital terbesar di Tanah Airādengan 38 persen pangsa pasar. Temuan Kadence International dalam riset Digital Payment and Financial Services Usage and Behavior in Indonesia (Agustus 2021) pun menyatakan, OVOĀ memimpin pasar dompet digital dengan pengguna paling aktif sebulan terakhir, diikuti oleh GoPay dan ShopeePay.
Namun, mayoritas volume transaksi OVO berasal dari Tokopediaāyang kini bergabung ke ekosistem GoToāsehingga dompet digital ungu itu sedikit merugi. Namun, seperti kata pepatah āketika satu pintu tertutup maka pintu lain akan terbukaā, OVO berpotensi kedatangan investor baru untuk mengisi ruang yang ditinggal oleh Tokopedia.
PT Elang Mahkota Teknologi (EMTEK) berpotensi mengakuisisi saham OVO dari mitra strategsinya, Grab. āGrab mungkin kehilangan beberapa peluang bisnis karena Tokopedia beralih ke GoPay, tetapi kemungkinan akan mendapat keuntungan di layanan lain,ā ujar pendiri lembaga riset CrossASEAN Research, Angus Mackintosh.
Pada Juli 2021, EMTEK telah menginvestasikan US$375 juta ke Grab Indonesia. Sementara itu, Grab juga menanamkan modal ke EMTEK tanpa mengungkapkan jumlahnya.
3. Mengakhiri Konflik OVO dan GoPay
OVO dan GoPay memiliki sejarah persaingan ketat di masa lalu. Ketika GoTo terbentuk, secara tak langsung keduanya menjadi āsaudara tiriā. Keputusan Grab membeli saham Tokopedia dan Lippo dapat mengakhiri konflik kepentingan itu, sekaligus dapat meningkatkan kualitas layanan teknologi finansial (tekfin) miliknya di Indonesia.
ā(Itu) bukan hal mengherankan karena Tokopedia perlu menjual (sahamnya di OVO) karena alasan regulasi,ā kata Mackintosh.
Sekadar informasi, walau awalnya bermula dari layanan transportasi daring, layanan Grab kini telah meluas ke berbagai bidang, termasuk keuangan digital. Investasi Grab di OVO merupakan titik awal dari upaya perusahaan terjun ke dunia tekfin.

















