Jakarta, FORTUNE - Pendiri PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) mengonfirmasi taipan Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam sebagai salah satu pemegang saham di atas 1 persen perseroan.
Haji Isam sendiri turut hadir dalam seremoni pencatatan saham perdana atau IPO RANS di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/7) pagi. Bahkan ikut membuka perdagangan saham RANS bersama jajaran komisaris dan direksi perseroan.
"Memang beliau bisa dilihat nanti juga atas kepemilikan 1 persen, jelas. Beliau percaya kepada RANS, kepada saya, beliau menjadi mentor saya juga," kata Raffi dalam Konferensi Pers RANS di Main Hall BEI. "Haji Isam juga salah satu sosok yang memang sudah malang melintang di dunia bursa, di dunia bisnis dan itu adalah kehormatan bagi kami."
Berdasarkan data kepemilikan saham di atas 1 persen RANS, belum ada nama Haji Isam ataupun perusahaan afiliasinya. Berikut ini daftar pemegang saham RANS di atas 1 persen, dikutip dari Stockbit Sekuritas:
Raffi Ahmad: 7,93 miliar saham atau setara 62,93 persen.
Grup Emtek melalui PT Indonesia Entertainmen Grup: 911,5 juta saham atau 7,23 persen.
Soultan Ariq Rachman: 345,5 juta saham atau 2,74 persen.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria: 345,25 juta saham atau 2,74 persen.
Susanto Hartono: 144 juta saham atau 1,14 persen.
Nagita Slavina Mariana Tengker: 124,75 juta saham atau 0,99 persen.
Kaesang Pangarep: 115,25 juta saham atau 0,91 persen.
Hikmat Janika: 86,25 juta saham atau 0,68 persen.
PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi: 76,75 juta saham atau 0,61 persen.
Publik: 2,52 miliar saham atau 20,02 persen.
Beberapa pengusaha lain juga terlihat di acara tersebut, seperti Boy Thohir, Sutanto Hartono, Axton Salim, serta Anindya Novyan Bakrie.
"Pengusaha-pengusaha, investor-investor yang lain, yang percaya dengan kami, itu menunjukkan bahwa RANS tidak main-main," ujar Raffi.
Melalui IPO, RANS menghimpun dana sejumlah Rp429,25 miliar, yang akan perseroan pakai untuk:
Modal kerja penyelenggaraan konser (37,61 persen).
Akuisisi perusahaan kosmetik PT Peter Rans Cosmetika Indonesia (19,8 persen).
Pembangunan wahana rekreasi Cipungland (18,64 persen).
Pengembangan bisnis kecerdasan buatan (AI): 8,15 persen.
Pelunasan utang atau pinjaman (6,98 persen).