Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

IHSG Diproyeksikan Rebound, Cermati Data Inflasi AS

2 min read
IHSG Diproyeksikan Rebound, Cermati Data Inflasi AS
Layar yang menampilkan gerak IHSG. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
  • IHSG diproyeksikan rebound teknikal setelah ditutup di 5.926, didukung pola hammer pada area support 5.850-5.800, meski MACD masih menunjukkan momentum bearish.
  • Pasar menanti inflasi AS September; realisasi di atas konsensus 3,6 persen berpotensi menguatkan dolar, menekan rupiah, dan memengaruhi aliran dana asing.
  • Sentimen domestik mencakup rencana investasi Danantara, rotasi ke sektor defensif dan komoditas, serta evaluasi reformasi pasar dan status Indonesia di FTSE Russell.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan dapat mengalami pemulihan secara teknikal pada Rabu (14/10), setelah ditutup melemah tipis 0,17 persen ke level 5.926 pada akhir perdagangan Selasa (13/10).

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, candle terakhir membentuk hammer di area support 5.850-5.800, sehingga membuka peluang tersebut. Namun, MACD masih menunjukkan momentum bearish sehingga konfirmasi penguatan tetap diperlukan.

"Jika support ditembus, IHSG berisiko melanjutkan pelemahan menuju 5.750, sementara resisten terdekat berada di 6.000-6.020," kata Reza.

Pada perdagangan hari ini, perhatian tertuju pada rilis data CPI Amerika Serikat (AS) periode September. Konsensus inflasi tahunan mencapai 3,6 persen, meningkat dari 3,4 persen pada Agustus. Realisasi di atas ekspektasi berpotensi memperkuat dolar AS dan menekan rupiah serta aliran dana asing.

Reza menambahkan, perkembangan geopolitik dan sentimen MSCI juga masih perlu dicermati.

Daftar saham pilihan tim BRIDS hari ini adalah PTBA, EMAS, dan ERAA.

Sementara itu, Senior Technical Analys BRIDS, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan, rencana Danantara untuk memanfaatkan peluang investasi saat pasar tertekan dapat menjadi sentimen psikologis positif. Danantara menyatakan terbuka untuk masuk ke pasar saham apabila valuasi dinilai menarik.

"Dengan rencana tambahan investasi sekitar US$1 miliar hingga akhir 2026, bergantung pada kondisi pasar," kata Nafan.

Para pelaku pasar disebut memperlihatkan kecenderungan rotasi ke sektor-sektor defensif dan komoditas. Sektor consumer non-cyclicals, komoditas, properti, mencatatkan daya tahan relatif lebih kuat dibandingkan sektor-sektor lainnya yang sempat mengalami profit taking.

Dari sisi domestik, perubahan metodologi High Shareholding Concentration (HSC), transparansi kepemilikan saham, dan rencana peningkatan batas minimum free float masih menjadi faktor penting bagi persepsi risiko investasi di Indonesia. Nafan menyebut, para pelaku investor akan mencermati apakah reformasi tersebut mampu meningkatkan kredibilitas pasar atau justru memicu penyesuaian portofolio lanjutan.

"Keputusan FTSE Russell untuk mempertahankan Indonesia dalam kategori Secondary Emerging Market merupakan sentimen positif, tetapi belum otomatis menghilangkan kekhawatiran terkait evaluasi MSCi dan potensi perubahan alokasi dana asing," kata Nafan.

Saham-saham yang masuk dalam daftar pantauan Mirae Asset hari ini adalah ADRO, ARCI, dan CTRA.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More