Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

IHSG Rebound, Mampukah Tembus 6.450 di Tengah Net Sell Asing?

2 min read
IHSG Rebound, Mampukah Tembus 6.450 di Tengah Net Sell Asing?
Ilustrasi perdagangan di bursa saham. (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)
  • IHSG ditutup naik 1,56 persen ke 6.374,91 setelah BI mempertahankan BI-Rate 5,75 persen, didorong sektor konsumer, energi, dan basic materials.
  • Kenaikan dinilai masih technical rebound karena momentum bearish dan net sell asing sekitar Rp408 miliar; IHSG perlu menembus area 6.422–6.451 untuk memperkuat pemulihan.
  • Sentimen pasar berikutnya mencakup diplomasi global Trump–Xi dan AS–Iran. Rekomendasi saham mencakup HRTA, VKTR, PGEO, BBCA, CUAN, DEWA, serta INDY.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada Kamis (24/9), setelah ditutup menguat 1,56 persen ke 6.374,91.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan, kenaikan masih kami kategorikan sebagai technical rebound karena IHSG memantul dari support penting 6.220–6.390. Sementara MACD masih menunjukkan bearish momentum.

"Investor perlu mencermati reaksi harga di area support tersebut; breakout 6.450 membuka ruang menuju 6.585 untuk menutup gap dan selanjutnya 6.705, sedangkan pelemahan kembali di bawah 6.220 berisiko membatalkan skenario rebound," kata Reza.

Penguatan IHSG kemarin merespons positif keputusan BI mempertahankan BI-Rate 5,75 persen untuk ketiga kalinya. Penguatan ditopang sektor konsumer, energi, dan basic materials, meski foreign flow masih net sell sekitar Rp408 miliar, sehingga rebound belum sepenuhnya terkonfirmasi dari sisi aliran dana.

Sentimen berikutnya akan tertuju pada perkembangan geopolitik global, khususnya Trump–Xi pada 23–25 September serta komunikasi AS–Iran di sela UNGA.

"Perkembangan diplomasi tersebut mulai menurunkan geopolitical premium minyak, sementara pemulihan jalur ekspor Saudi juga membantu meredakan kekhawatiran pasokan," ujar Reza.

Daftar saham pilihannya adlaah HRTA, VKTR, dan PGEO.

Sementara itu, Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia, mengatakan, secara teknikal, IHSG ditutup menguat namun masih berada di bawah EMA10, EMA20 dan EMA50, sehingga penguatan terakhir belum mengubah tekanan bearish jangka pendek. IHSG juga masih berada di bawah Fibonacci retracement 38,2 persen di 6.451,22, sementara posisi saat ini berada di bawah area support sebelumnya 6.347 dan berusaha menguji level 6,377 kembali.

Liza mengatakan, RSI (14) berada di 44,42, masih di bawah level 50, menunjukkan momentum bullish belum terbentuk secara kuat. Apabila support tersebut kembali 6,347 ditembus, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju area 6.290-6,180.

"Sebaliknya, rebound perlu mengembalikan IHSG ke atas 6.422–6.451, kemudian 6.463 sebagai resisten berikutnya. Jika berhasil melewati area tersebut, IHSG berpeluang menguji 6.552–6.591, sebelum menuju area 6.723," kata Liza.

Saham-saham pilihan Kiwoom Sekuritas hari ini adalah BBCA, CUAN, DEWA, dan INDY.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More