MARKET

Ekspansi Usaha, Indika Bikin Perusahaan Khusus Untuk Mobil Listrik

Indika melakukan diversifikasi bisnis non batu bara.

Ekspansi Usaha, Indika Bikin Perusahaan Khusus Untuk Mobil ListrikCharging Station (Pixabay/geralt)

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – PT Indika Energy Tbk memperkuat strategi diversifikasi bisnis dengan melakukan ekspansi usaha ke kendaraan listrik. Perusahaan energi ini mengumumkan langkah tersebut dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu (22/6).

Seperti termaktub dalam laporan informasi, Indika pada Jumat (17/6), melalui anak usaha yang secara langsung maupun tidak langsung dimiliki oleh perseroan, yaitu PT Indika Energy Infrastructure (IEA) dan PT Solusi Mobilitas Indonesia (SMI), telah mendirikan perusahaan yang bernama PT Mitra Motor Group (“MMG”).

Pendirian MMG tersebut telah dinyatakan dalam Akta Pendirian No.18 tertanggal 17 Juni 2022 yang dibuat di hadapan Ungke Mulawanti, SH., M.Kn., Notaris di Bekasi. Perusahaan dimaksud telah mendapat pengesahan sebagai badan hukum oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik melalui Surat Keputusan No. AHU.0040350.AH.01.01. Tahun 2022 tanggal 20 Juni 2022.

Menurut Corporate Secretary Indika Energy, Adi Pramono, pemegang saham Mitra Motor Group ini adalah Solusi Mobilitas Indonesia dengan kepemilikan 99,9975 persen atau setara Rp39,99 miliar, dan sisanya Indika Energy Infrastructure (IEA) mencapai 0,0025 persen atau senilai Rp1 miliar. Dengan demikian, total mencapai Rp40 miliar.

“Maksud, tujuan, serta kegiatan usaha Mitra Motor Group adalah melakukan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih,” demikian keterangan manajemen Indika.

Selain itu, pembentukan anak usaha baru Indika ini untuk melakukan perdagangan besar mobil baru dan suku cadang kendaraan bermotor roda empat/lebih dan aksesorisnya, usaha pengoperasian instalasi penyediaan listrik, dan jasa konsultansi manajemen.

Diversifikasi bisnis

Ilustrasi mobil listrik.

Penyertaan saham dalam Mitra Motor Group, menurut manajemen Indika, secara umum adalah langkah perseroan untuk melakukan ekspansi usaha di sektor kendaraan listrik.

Langkah tersebut menyusul perluasan usaha Indika ke motor listrik. Sebelumnya, perusahaan berkode saham INDY itu mengumumkan kerja sama dengan Alpha JWC Ventures dan Horizons Ventures berupa investasi bersama di PT Ilectra Motor Group (IMG), perusahaan yang bergerak di bidang kendaraan listrik roda dua.

Dalam kerja sama dimaksud, Ilectra Motor Group berhasil mengumpulkan pendanaan total mencapai US$15 juta atau lebih dari Rp223 miliar, terdiri dari US$7,5 juta dari tambahan investasi ekuitas dari Indika Energy dan sisanya US$7,5 juta dari Alpha JWC Ventures dan Horizons Ventures.

“Sebagai perusahaan investasi yang terdiversifikasi, kami menargetkan pendapatan non-batubara meningkat hingga 50 persen pada tahun 2025. Tidak hanya itu, melalui IMG, kami akan mendukung target pemerintah untuk mencapai 3,2 juta unit kendaraan listrik roda dua pada tahun 2035,” kata Purbaja Pantja, Direktur dan Group Chief Investment Officer Indika Energy, Jumat (27/5).

Menurutnya, Indonesia merupakan pasar potensial untuk kendaraan roda dua listrik, dengan penjualan kendaraan roda dua konvensional mencapai enam juta setiap tahunnya. Lalu, pasar roda dua listrik diproyeksikan akan tumbuh pesat ketimbang motor konvensional. Alasannya, harga kendaraan motor listrik sama dengan konvensional, namun dengan biaya operasional lebih rendah.

Rencananya, Ilectra Motor Group akan menghadirkan kendaraan listrik roda dua pertama akhir tahun ini. “IMG akan menghadirkan desain kendaraan listrik roda dua yang canggih dan performa terbaik, dilengkapi dengan pelayanan yang baik terhadap pelanggan, serta didukung oleh teknologi dan ekosistem mobilitas,” ujarnya.

Related Articles