Masih Dibayangi Sentimen Geopolitik, Laju IHSG Diproyeksi Terbatas

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih bergerak terbatas pada Senin (20/4), setelah ditutup naik 0,17 persen di level 7.634.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan, proyeksi itu berlaku selama IHSG belum mampu menembus level psikologis 7.700 dengan support di 7.500.
Kabar terbaru, Trump telah mengirim utusan khusus untuk negosiasi dengan Iran di Pakistan. "Sementara, dari dalam negri pasar akan memcermati RDG BI mendatang dengan proyeksi bertahan di angka 4,75 persen dengan fokus pada pengendalian inflasi dan mata uang rupiah," kata Reza dalam riset hariannya.
Ia pun menyoroti saham-saham berikut ini: INET, INCO, dan HRTA.
Reza menambahkan, pada akhir pekan lalu pasar tampaknya masih cenderung ragu terhadap kepastian mengenai gencatan senjata dan perdamaian yang sedang dinegosiasikan oleh Amerika Serikat dan Iran. Sebelumnya sudah ada konfirmasi selat Hormuz dibuka namun kembali ditutup oleh Iran.
Namun Presiden Trump menyatakan, blokade AS terhadap Selat Hormuz masih berlangsung sampai benar-benar tercapai kesepakatan damai antara AS dan Iran. Akibatnya Iran memberlakukan kembali penutupan Selat Hormuz kurang dari sehari setelah membukanya. Iran menyatakan bahwa selat tersebut ditutup hingga blokade AS dicabut (18/4).
Phintraco Sekuritas menilai, potensi kesepakatan antara Iran dan AS untuk mengakhiri perang masih akan mendominasi pergerakan pasar dan prospek ekonomi global, dengan sinyal menjanjikan dari kedua belah pihak yang mengisyaratkan adanya resolusi, namun di lain pihak juga masih saling memberikan ancaman, menjelang berakhirnya masa gencatan senjata di 21 April 2026.
"Investor juga mencermati kelanjutan musim kinerja kuartal-I 2026 di Wall Street dan data ekonomi AS seperti penjualan ritel, sektor manufaktur, dan jasa," kata tim riset Phintraco Sekuritas.
Sentimen lainnya adalah pemberian kesaksian oleh calon Chairman The Fed, Kevin Warsh, di hadapan Kongres dalam pidato publik pertamanya mengenai masalah kargo. Di Asia, PBoC akan menetapkan suku bunga pinjaman utama dan Jepang akan merilis data perdagangan, inflasi, dan PMI.
Data indikator ekonomi yang akan dirilis di domestik di antaranya: hasil RDG Bank Indonesia (22/4), pertumbuhan kredit (22/4) dan M2 Money Supply (23/4). Koreksi harga minyak dan aksi korporasi emiten berpotensi menjadi faktor positif bagi pergerakan indeks pekan ini.
Phintraco memperkirakan IHSG akan menguji level 7.700-7,720. Saham-saham pilihan tim mereka pekan ini, mencakup: MDKA, INTP, CLEO, WIIM, ULTJ, dan NCKL.

















