Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Revisi UU P2SK Timbulkan Ketidakpastian, Kans Rebound IHSG Terbatas
Ilustrasi perdagangan di bursa saham. (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)
  • IHSG diperkirakan berpeluang rebound terbatas di kisaran 6.050–6.350, meski sebelumnya melemah 0,98 persen ke level 6.116,69.
  • Pasar menyoroti hasil MSCI Annual Market Classification Review serta rilis M2 Money Supply dan review peringkat kredit Indonesia oleh S&P Global.
  • Revisi UU P2SK memicu kekhawatiran investor terkait independensi Bank Indonesia karena kini anggaran BI harus mendapat persetujuan DPR.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih dapat rebound pada perdagangan Selasa (23/6), setelah ditutup melemah 0,98 persen ke level 6.116,69.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan terbatas. Saham-saham yang ia soroti hari ini adalah OASA, MDKA, dan INDY.

"Selama bertahan di atas area support 6.070-5.930, peluang rebound masih terbuka dengan target resisten 6.300-6.350," kata Reza dalam risetnya.

Fokus pasar hari ini tertuju pada hasil MSCI Annyal Market Classification Review. Investor juga akan mencermati rilis M2 Money Supply Indonesia serta perkembangan review peringkat kredit Indonesia oleh S&P Global.

Kemarin, IHSG terkoreksi karena sikap wait and see investor menjelang pengumuman MSCI pada 24 Juni 2026 dini hari WIB. Selain itu, pasar pun merespons sejumlah ketidakpastian mengenai implementasi UU P2SK, termasuk wacana demutualisasi BEI yang berpotensi mengubah struktur kepemilikan dan tata kelola bursa ke depan.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai, secara teknikal, kemarin IHSG ditutup di bawah MA5, namun masih di atas level MA10 dan MA20. Histogram MACD masih berada di area positif, namun Stochastic RSI melanjutkan pembalikan arah ke area pivot.

Tim riset Phintraco menyebut, jika IHSG ditutup di bawah level 6.100, maka berpeluang akan menguji level psikologis di 6000. "Namun jika masih bertahan ditutup di atas level 6.100, diperkirakan konsolidasi IHSG masih akan berlanjut di kisaran 6.050-6.220," demikian dikutip dari riset harian Phintraco Sekuritas.

Dari sisi sentimen terkait UU P2SK, beberapa ketentuan dalam UU no.4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas UU no.4 Tahun 2023 dilaporkan menimbulkan ketidakpastian bagi investor. Salah satunya, kini Bank Indonesia wajib memperoleh persetujuan DPR dalam menetapkan anggaran tahunannya, yang mencakup dua komponen utama, yaitu anggaran kegiatan operasional serta anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan kebijakan moneter, sistem pembayaran dan kebijakan makroprudensial.

"Hal itu menimbulkan kekhawatiran investor akan masalah independensi bank Indonesia sebagai bank sentral," kata tim riset Phintraco Sekuritas.

Saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas hari ini, yakni: ITMG, NCKL, AKRA, JSMR, dan ADRO.

Editorial Team

Related Article