Jakarta, FORTUNE - PT RMK Energy Tbk (RMKE) memperluas jaringan bisnis logistik batu bara di Sumatra Selatan dengan menggandeng PT Pendopo Energi Batubara. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan infrastruktur pertambangan sekaligus optimalisasi rantai logistik batu bara di wilayah tersebut.
Dalam kemitraan ini, RMKE akan membangun sejumlah infrastruktur logistik strategis yang menghubungkan area tambang PT Pendopo Energi Batubara dengan jaringan fasilitas milik RMKE yang sudah terintegrasi.
Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis bagi perseroan dalam memperluas jangkauan layanan logistik batu bara di Sumatra Selatan, sekaligus meningkatkan volume angkutan.
“Kerja sama ini juga memberikan solusi logistik yang efisien bagi mitra kami,” kata Vincent dalam keterangan resmi, Rabu (11/3).
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, RMKE akan membangun jalan akses dan stasiun muat (loading station) di lokasi strategis yang berdekatan dengan wilayah tambang PT Pendopo Energi Batubara di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatra Selatan. Infrastruktur tersebut akan menjadi penghubung utama antara area tambang dan jaringan distribusi batu bara milik RMKE.
PT Pendopo Energi Batubara nantinya diperbolehkan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mendukung operasional pertambangan mereka. Dalam skema kerja sama ini, perusahaan juga akan menjual hasil produksi batu baranya kepada RMKE.
Untuk memastikan rantai pasok berjalan efisien dari tambang hingga pelabuhan, RMKE juga akan menggandeng PT Kereta Api Indonesia sebagai mitra pengangkutan batu bara melalui jalur kereta api.
Selain itu, selama fasilitas tersebut digunakan, PT Pendopo Energi Batubara juga akan memanfaatkan jasa pelabuhan milik RMKE untuk pengiriman dan penjualan batu bara, baik kepada RMKE maupun kepada pihak ketiga.
Vincent menambahkan, PT Pendopo Energi Batubara merupakan salah satu dari lima klien baru yang akan terhubung dengan jaringan logistik milik RMKE. Penambahan klien ini diharapkan memperkuat utilisasi infrastruktur yang telah dibangun perusahaan.
“Dengan semakin banyaknya klien baru yang secara langsung terhubung dengan fasilitas logistik tersebut, hal ini akan mendukung RMKE untuk mencapai target kinerja 2026,” kata Vincent.
Ke depan, RMKE menargetkan peningkatan signifikan volume bisnisnya. Pada 2026, perseroan membidik volume jasa angkutan batu bara mencapai 12,7 juta ton. Sementara itu, penjualan batu bara ditargetkan mencapai 3,6 juta ton, termasuk melalui opsi pembelian langsung dari area tambang.
