Saham Teknologi Reli, Wall Street Menguat dan Dow Jones Cetak Rekor

Wall Street ditutup menguat dengan Dow Jones mencetak rekor tertinggi, didorong reli saham teknologi yang menjadi motor utama pemulihan pasar.
Saham teknologi naik karena aksi beli saat harga rendah dan optimisme terhadap tren investasi AI.
Meredanya ketegangan AS-Iran serta praktik window dressing menjelang akhir kuartal turut memperkuat sentimen positif di pasar saham Amerika Serikat.
Jakarta, FORTUNE – Bursa saham Wall Street menguat pada penutupan perdagangan pada Senin (29/06) waktu setempat. Indeks Dow Jones berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa.
Dilansir Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 306,63 poin atau 0,59 persen menjadi 52.182,74. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 86,41 poin ke level 7.440,43 atau naik 1,18 persen dan Nasdaq Composite melesat 2,07 persen dari 522,53 poin menjadi 25.820,14.
Para pengamat menilai reli di sejumlah saham raksasa teknologi menjadi motor penggerak utama di pasar modal.
“Kenaikan yang kita lihat adalah perkembangan yang disambut baik bagi para investor bullish. Kami terus sangat percaya bahwa aksi di sektor teknologi akan terus menjadi pendorong utama di pasar modal,” ungkap Matt Maley dari Miller Tabak.
Table of Content
Saham teknologi alami kenaikan
Sejumlah saham teknologi mengalami kenaikan dipicu oleh aksi beli saat harga rendah menyusul aksi jual besar-besaran pada pekan lalu. Penurunan yang dirasa menguntungkan ini dimanfaatkan investor untuk kembali masuk ke pasar.
Mereka masih optimis tren investasi AI akan terus menopang pertumbuhan pendapatan perusahaan dalam jangka panjang. Selain itu, kebangkitan pasar saham menjadi sentimen positif di tengah dinamika geopolitik global.
Berdasarkan laporan Reuters, sektor layanan komunikasi menopang penguatan dalam indeks S&P 500. Saham Comcast melesat 4,5 persen usai mengumumkan rencana pemisahan dua entitasnya, NBCUnversal dan Sky, melalui spin-off bebas pajak.
Saham SpaceX naik 7,2 persen setelah Nasdaq menyampaikan perusahaan ini akan melantai di indeks Nasdaq 100 mulai 7 Juli. Di sisi lain, Alphabet ditutup menguat 4,8 persen setelah resmi menjadi komponen indeks Dow Jones.
Kepala Ekonom Pasar di Spartan Capital Securities, Peter Cardillo, menilai praktik window dressing oleh para manajer investasi menjelang akhir kuartal turut mendorong kenaikan pasar saham.
Meredanya konflik geopolitik dorong optimisme investor
Penguatan saham teknologi juga didukung meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang meningkatkan optimisme pelaku pasar. Amerika Serikat (AS) dan Iran menunjukkan sinyal positif menuju penyelesaian konflik, sehingga memperkuat sentimen di pasar saham.
Sebelumnya, kedua negara menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) pada 17 Juni 2026 sebagai langkah untuk mengakhiri konflik. Kesepakatan tersebut mencakup penghentian permusuhan serta pembukaan kembali Selat Hormuz.
Kepala Ekonom Pasar Spartan Capital Securities, Peter Cardillo, menilai ketegangan AS dan Iran yang sempat terjadi selama akhir pekan tidak memberikan dampak signifikan terhadap pasar modal. Menurutnya, perhatian investor kini beralih ke musim laporan keuangan emiten yang akan segera dimulai.
"Fakta bahwa terjadi permusuhan antara AS dan Iran selama akhir pekan sebenarnya tidak berdampak negatif pada pasar. Pasar sedang menantikan dan mempersiapkan musim laporan keuangan, yang tidak terlalu jauh," ujar Cardillo.
Selain musim laporan keuangan, investor juga mencermati rilis data ketenagakerjaan bulanan Amerika Serikat yang dijadwalkan terbit pada Kamis pekan ini. Data tersebut diperkirakan menjadi salah satu katalis utama yang memengaruhi arah pergerakan pasar dalam jangka pendek.
Wall Street bukukan pemulihan tercepat dalam dua dekade
Wall Street mencatat salah satu pemulihan tercepat dalam sejarah setelah bangkit dari titik terendahnya sekitar tiga bulan lalu. Mengutip Reuters, indeks acuan di bursa AS telah menguat sekitar 20 persen sejak menyentuh titik terendah pada 30 Maret hingga mencapai puncaknya pada 2 Juni. Laju pemulihan tersebut tercatat sebagai salah satu yang tercepat dan baru terjadi tiga kali sejak tahun 2000.
Di Bursa Efek New York, jumlah saham yang menguat melampaui saham yang melemah dengan rasio 1,54 banding 1. Sebanyak 272 saham mencetak rekor tertinggi baru, sedangkan 114 saham menyentuh level terendah baru.
Sementara itu, di Nasdaq, sebanyak 3.017 saham ditutup menguat dan 1.919 saham melemah, dengan rasio saham naik terhadap turun mencapai 1,57 banding 1. Reuters mencatat baik indeks S&P 500 maupun Nasdaq Composite tidak membukukan rekor tertinggi maupun terendah baru pada perdagangan tersebut.
Volume transaksi di bursa saham AS mencapai 20,15 miliar saham. Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata volume perdagangan harian selama 20 hari terakhir yang mencapai 23,50 miliar saham.
FAQ seputar saham teknologi reli, Wall Street menguat
| Mengapa Wall Street menguat pada perdagangan terbaru? | Wall Street menguat karena didorong reli saham-saham teknologi, optimisme terhadap prospek bisnis kecerdasan buatan (AI), serta meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. |
| Mengapa saham teknologi menjadi penggerak utama Wall Street? | Investor kembali memborong saham teknologi setelah terjadi koreksi harga pada pekan sebelumnya. |
| Apa yang membuat Dow Jones mencetak rekor tertinggi? | Kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar, termasuk Alphabet, serta sentimen positif dari sektor teknologi dan komunikasi membantu mendorong indeks Dow Jones mencatat rekor penutupan tertinggi. |











