Comscore Tracker
MARKET

SCMA Bakal Bagikan Dividen Rp184,92 M

Analis mengungkap penilaian untuk sektor media.

SCMA Bakal Bagikan Dividen Rp184,92 MSalah satu media PT Surya Citra Media Tbk, SCTV. (Shutterstock/farzand01)

by Tanayastri Dini Isna KH

Jakarta, FORTUNE – Emiten perusahaan media, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), sepakat membagikan dividen tahun buku 2021 dengan nilai Rp2,5 per lembar saham.

Dari total saham SCMA yang beredar di pasar modal mencapai 73.970.569.505 (73,97 miliar lembar), maka dividen final yang SCMA bagikan berjumlah lebih dari Rp184,92 miliar.

"Keputusan menebar keuntungan itu sudah mengantongi restu dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (29/6)," kata Direktur Utama SCMA, Sutanto Hartono, dikutip Kamis (30/6) dalam paparan publik daring.

SCMA membukukan kenaikan 19,86 persen (YoY) pada laba usahanya, dari Rp1,46 triliun ke Rp1,75 triliun. Pendapatan perseroan juga tercatat tumbuh 16,25 persen jadi Rp5,93 triliun.

Kontribusi pendapatan sebagian besar berasal dari segmen iklan, yang mencapai Rp6,44 triliun diikuti segmen lainnya menyumbang Rp736,49 miliar. Adapun total potongan penjualan sebesar Rp 1,24 triliun. Sehingga, total pendapatan bersih SCMA sebesar Rp 5,93 triliun.

Prospek sektor media

Peralatan penyiaran di stasiun televisi. Shutterstock/Cooler8

Ihwal prospek kinerja emiten media tahun ini, Analis Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Christine Natasya mempertahankan penialain netral di paruh kedua 2022.

“Kami yakin biaya perusahaan barang konsumsi tetap ketat selama inflasi meningkat. Selain itu, persaingan perusahaan media juga tetap ketat di tengah kenaikan biaya setiap konten on-demand,” jelasnya.

Karena itu, ia menilai, para emiten media bakal berfokus pada konten digital dengan memperkuat pijakan di pasar over the top (OTT). Tapi, TV free to air (FTA) masih akan jadi media pembelanjaan iklan dominan.

Indikator yang dapat menjadi katalis peningkatan pendapatan iklan emiten media, antara lain: naiknya rate card dengan tingkat lebih baik dari ekspektasi dan kemampuan perusahaan FMCG dalam membebankan biaya iklan yang lebih tinggi.

Related Articles