MARKET

Pekan Pendek, IHSG Diramal Masih Bisa Naik Walau Konsolidasi

Ada sejumlah sentimen yang patut dipantau.

Pekan Pendek, IHSG Diramal Masih Bisa Naik Walau KonsolidasiIlustrasi IHSG. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
14 March 2024

Fortune Recap

  • IHSG diprediksi menguat di rentang 7.400--7.460 dengan saham pilihan ACES, ANTM, BMRI, ARTO, dan BRPT.
  • Level support IHSG berada di 7.376, 7.300, dan 7.238 sementara level resistennya di 7.503 dan 7.607.
  • CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas memprediksi IHSG ada di fase konsolidasi wajar dengan sentimen minim dari dalam maupun luar negeri.

</ul> 

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (Ihsg) diprediksi lanjut menguat pada Kamis (14/3) setelah menguat 0,53 persen di akhir perdagangan kemarin (13/3).

Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova memproyeksikan IHSG menguat di rentang 7.400--7.460. Dengan saham-saham pilihan yang meliputi: ACES, ANTM, BMRI, ARTO, dan BRPT.

Ia menilai, IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan menuju 7.503 karena penutupan hariannya di atas 7.403 dengan candle doji star yang mengindikasikan keseimbangan antara sisi beli dan jual.

"Namun demikian, jika ada penembusan di bawah 7.376, maka dapat memicu pelemahan menuju 7.270--7.330," tulisnya dalam riset.

Adapun, level support IHSG berada di 7.376, 7.300, dan 7.238. Sementara level resistennya di 7.503 dan 7.607. Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bullish.

Senada, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya memprediksi IHSG ada di fase konsolidasi wajar di pekan pendek ini. Akan tetapi, sentimen masih minim dari dalam maupun luar negeri. Ia menambahkan, penopang gerak IHSG masih berasal dari musim rilis kinerja emiten.

William pun memproyeksikan IHSG melaju di kisaran support 7.256 dan resisten di 7.403. Saham-saham pilihannya, meliputi: KLBF, EXCL, TLKM, JSMR, ICBP, PWON, ASRI, BBCA, dan UNVR.

Tapi, menurut Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan,  pergerakan IHSG kemarin membentuk candlestick pattern yang menunjukkan potensi profit taking atau pullback. Dalam waktu yang sama, Stochastic RSI terindikasi memasuki area overbought.

"Dengan demikian, IHSG rawan terkoreksi ke kisaran 7.375 pada Kamis ini," katanya dalam riset harian kepada Fortune Indonesia.

Dari segi sentimen, para investor global mengantisipasi rilis data inflasi produsen (PPI) di Amerika Serikat (14/3) yang diperkirakan akan stabil di level 0.3 persen secara MoM pada Februari 2024.

Investor pun menanti-nanti data initial jobless claims. "Data tersebut berpotensi meningkatkan ekspektasi pasar terhadap probabilitas pemangkasan suku bunga the Fed di FOMC Juni 2024 yang saat ini berada di 69.1 persen (CME FedWatch Tool)," katanya.

Selain itu, ada pula sentimen yang berasal dari lonjakan harga minyak bumi pada Rabu kemarin, seiring dengan serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia di hari yang sama.

Dari dalam negeri, ada rilis data penjualan ritel pada Januari 2024 yang diperkirakan akan tetap melanjutkan pertumbuhan penjualan ritel selama tujuh bulan berturut-turut. Data itu memperkuat keyakinan pasar terhadap konsumsi domestik sebagai penopang pertumbuhan ekonomi di 2024.

Ia memproyeksikan IHSG hari ini melemah dengan pergerakan di kisaran support 7.375, pivot 7.400, dan resisten di 7.440. Saham-saham pilihannya, terdiri dari: INCO, TLKM, MBMA, MYOR, dan ICBP.

Related Topics