Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Apakah Tarif Listrik Naik per Juni 2026? Ini Penjelasan PLN
Ilustrasi tarif listrik (pexels.com/Johannes Plenio)
  • PLN menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik per Juni 2026 di tengah banyak pelanggan mengeluhkan lonjakan tagihan di media sosial.

  • Pemerintah memutuskan mempertahankan tarif listrik untuk 13 golongan pelanggan non-subsidi pada triwulan II 2026.

  • PLN menilai kenaikan tagihan bisa jadi disebabkan perubahan pola konsumsi akibat cuaca dan aktivitas rumah tangga.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Pelanggan PLN ramai mengeluhkan lonjakan tagihan listrik pada awal Juni 2026. Keluhan tersebut bermunculan di media sosial X.

Situasi ini membuat sebagian pelanggan mempertanyakan apakah tarif listrik naik. Pasalnya, belum ada pengumuman resmi dari PLN mengenai penyesuaian tarif listrik.

Menanggapi keresahan masyarakat, Gregorius Adi Trianto selaku Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik seperti isu yang beredar.

“Terkait ramainya informasi yang beredar di media sosial mengenai keluhan kenaikan tagihan listrik, PLN menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik,” ujar Gregorius.

Tarif listrik terbaru untuk pelanggan non-subsidi

Penetapan tarif listrik secara berkala diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero). Berdasarkan aturan tersebut, evaluasi dan penyesuaian tarif listrik umumnya dilakukan setiap tiga bulan.

Untuk triwulan II 2026 yang berlangsung pada periode April–Juni, tarif listrik sebenarnya berpotensi mengalami penyesuaian. Namun, pemerintah memutuskan mempertahankan tarif yang berlaku guna menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Dengan demikian, tarif listrik bagi 13 golongan pelanggan non-subsidi tidak mengalami perubahan sepanjang triwulan II 2026. Berikut daftar tarif listrik yang berlaku per Juni 2026.

  1. Golongan R-1/ TR daya 900 VA: Rp1.352 per kWh

  2. Golongan R-1/ TR daya 1.300 VA: Rp1.444,70 per kWh

  3. Golongan R-1/ TR daya 2.200 VA: Rp1.444,70 per kWh

  4. Golongan R-2/ TR daya 3.500-5.500 VA: Rp1.699,53 per kWh

  5. Golongan R-3/ TR daya 6.600 VA ke atas: Rp1.699,53 per kWh

  6. Golongan B-2/ TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp1.444,70 per kWh

  7. Golongan B-3/ TM, TT daya di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh

  8. Golongan I-3/ TM daya di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh

  9. Golongan I-4/ TT daya 30.000 kVA ke atas: Rp996,74 per kWh

  10. Golongan P-1/ TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp1.699,53 per kWh

  11. Golongan P-2/ TM daya di atas 200 kVA: Rp1.522,88 per kWh

  12. Golongan P-3/ TR: Rp1.699,53 per kWh

  13. Golongan L/ TR, TM, TT: Rp1.644,52 per kWh

Penyebab kenaikan tagihan listrik

Merespon kenaikan tagihan listrik yang dikeluhkan masyarakat, Gregorius menilai  fenomena tersebut bisa terjadi karena perubahan pola konsumsi listrik rumah tangga akibat berbagai faktor.

Beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan lonjakan tagihan listrik, antara lain kondisi cuaca, kenaikan suhu, dan peningkatan aktivitas di rumah. Akibatnya, mendorong penggunaan peralatan elektronik lebih intens.

Walaupun tarif listrik tidak naik, konsumsi listri yang meningkat bisa membuat peningkatan tagihan per bulan.

“Adanya kenaikan tagihan listrik yang dirasakan sebagian pelanggan dapat dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi listrik,” ungkap Gregorius.

Selain itu, PLN mengimbau pelanggan untuk menggunakan listrik secara aman dan bijak. Caranya bisa dimulai dengan memeriksa instalasi listrik di rumah secara rutin. Supaya konsumsi energi juga tetap terkendali, sebaiknya pelanggan mencabut perangkat elektronik ketika sudah tidak digunakan.

Cara mengecek riwayat pemakaian listrik lewat PLN Mobile

Gregorius menyarankan pelanggan untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile. Pelanggan bisa memantau riwayat pembelian token dan pembayaran tagihan listrik untuk melacak pola penggunaan energi lebih terukur.

Berikut cara cek riwayat pemakaian listrik di PLN Mobile:

  1. Buka aplikasi PLN Mobile

  2. Klik menu Token dan Pembayaran di halaman utama

  3. Setelah itu, klik Tambah ID Pelanggan apabila belum terdaftar

  4. Masukkan ID Pelanggan di kolom yang tersedia

  5. Pilih Riwayat Penggunaan untuk pelanggan pascabayar atau Riwayat Pembelian Token bagi pelanggan prabayar.

  6. Informasi mengenai riwayat pembelian dan pembayaran tagihan listrik akan ditampilkan di layar.

FAQ seputar apakah tarif listrik naik

Apakah ada kenaikan listrik bulan Juni 2026?

Berdasarkan pernyataan PLN, tarif listrik periode triwulan II Mei-Juli 2026 dipastikan tidak mengalami kenaikan.

Apakah PLN menaikkan tarif listrik?

Pemerintah dan PT PLN (Persero) memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik untuk semua golongan pelanggan, baik pelanggan bersubsidi maupun non-subsidi.

Kenapa tagihan listrik tiba-tiba melonjak tinggi pada awal Juni 2026?

Kenaikan tagihan listrik dapat terjadi karena peningkatan durasi pemakaian alat elektronik.

Cara mengatasi tagihan listrik membengkak?

Untuk mengatasi tagihan listrik yang membengkak, mulailah dengan mencabut kabel dari stop kontak saat tidak digunakan atau membatasi penggunaan alat bersuhu tinggi seperti AC.

Editorial Team

Related Article