Comscore Tracker
NEWS

Asuransi Alami Pertumbuhan di Masa Pandemi

Industri asuransi masih mengalami peningkatan.

Asuransi Alami Pertumbuhan di Masa PandemiKeluarga Asuransi. (ShutterStock/CorneliusKhrisnaTedjo)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE - Pandemi Covid-19 berdampak serius pada kehidupan sebagian besar masyarakat. Namun, terdapat beberapa sektor yang justru mengalami pertumbuhan positif di masa pandemi ini. Salah satunya adalah asuransi, khususnya terkait urusan klaim.

Nilai klaim asuransi alami peningkatan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dilansir dari portal berita Antara, mencatat peningkatan pada nilai klaim asuransi hingga 3,97 persen (YoY) selama pandemi. Peningkatan tersebut naik dari Rp47,6 triliun pada April 2020 menjadi Rp49,49 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Bondan Kusuma, menyampaikan bahwa industri asuransi masih mengalami peningkatan, baik dari jumlah premi maupun iuran bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Hanya saja, selama pandemi ini, peminat asuransi cenderung turun, sedangkan klaim justru semakin meningkat,” ujar Bondan dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Forum Jurnalis Ekonomi Sulawesi Selatan, pada Kamis (10/6).

Pertumbuhan positif pada industri asuransi jiwa

Sejalan dengan pernyataan OJK, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu menyampaikan, industri asuransi jiwa Indonesia memperlihatkan pertumbuhan positif pada kuartal pertama 2021 dengan pendapatan sebesar Rp62,62 triliun.

“Mulai naiknya aktivitas dari masyarakat dan dunia bisnis terlihat dari meningkatnya pendapatan industri asuransi jiwa. Masifnya kenaikan premi dari bisnis baru dan positifnya hasil investasi di kuartal satu tahun ini membuat lonjakan pendapatan yang cukup tajam,” ujar Togar lewat siaran pers.

Togar menilai bahwa untuk menjaga konsistensi dan momentum positif ini, semua pihak perlu terus melakukan literasi dan meningkatkan tata kelola untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan menumbuhkan kesadaran masyarakat atas kebutuhan akan asuransi jiwa.

Asuransi sebagai gaya hidup masyarakat

Tak dapat dimungkiri, masyarakat semakin sadar akan pentingnya asuransi dalam memberikan perlindungan.

Terkait hal ini, ekonom dari Universitas Negeri Makassar, Zulfadli, juga menambahkan bahwa saat ini hampir setiap perusahaan menerapkan asuransi bagi para pegawainya. Namun, pengenalan produk asuransi dan keuntungan yang diperoleh oleh pengguna tetap menjadi hal yang perlu mendapat perhatian. “Ada juga permasalahan bahwa asuransi ribet dan merepotkan, utamanya ketika melakukan klaim,” katanya dikutip Antara.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan perusahaan asuransi menjadi penting demi mencegah terjadinya berbagai masalah, seperti penipuan yang mengatasnamakan asuransi. Selain itu, masyarakat juga perlu semakin selektif dalam memilih asuransi yang sesuai kebutuhan masing-masing.

Related Topics

Related Articles