Comscore Tracker
NEWS

California Deklarasikan Darurat Kesehatan Cacar Monyet

Cacar monyet bukan hanya soal penyakit, tapi juga stigma.

California Deklarasikan Darurat Kesehatan Cacar MonyetAmerika Serikat. (Pixabay/Openclipart-Vectors)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – California menjadi negara bagian ketiga di Amerika Serikat–setelah New York dan Illinois–yang mendeklarasikan keadaan darurat kesehatan penyakit cacar monyet atau monkeypox.

Gubernur California, Gavin Newsom, menyatakan bahwa deklarasi ini akan membantu banyak negara bagian mengoordinasikan upaya penanganan penyebaran cacar monyet di Amerika Serikat.

“Kami akan terus bekerja dengan pemerintah federal untuk mengamankan lebih banyak vaksin, meningkatkan kesadaran tentang pengurangan risiko, dan mendukung komunitas LGBTQ (lesbian, gay, biseksual, transgender, queer) melawan stigmatisasi,” ujarnya seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (2/8).

Menurut Newsom, upaya deklarasi ini memungkinkan tenaga medis darurat mengelola vaksin cacar monyet yang disetujui oleh pemerintah federal. Negara bagian yang dipimpinnya, juga akan membangun langkah-langkah yang dikembangkan selama pandemi virus corona, seperti pendirian klinik vaksinasi dan bekerja sama dengan organisasi lokal berbasis masyarakat untuk memastikan ada penjangkauan ke populasi yang rentan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebutkan bahwa cacar monyet merupakan virus cacar, yang biasanya menyebabkan lesi seperti jerawat atau melepuh, serta gejala seperti flu seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, kedinginan, dan gejala pernapasan.

Seruan darurat kesehatan di sejumlah negara bagian

Cacar monyet.

Langkah California seolah membangunkan banyak negara bagian untuk siaga terhadap penyebaran cacar monyet di Amerika Serikat. Sebelumnya, New York State dan negara bagian Illinois pun mengumumkan darurat kesehatan di negara bagiannya terkait penyebaran cacar monyet. Bahkan, pada level kota seperti San Fansisco, sudah lebih dulu mengumumkan situasi daruratnya dibanding negara bagian lain seperti California.

“California mendesak semua tingkat pemerintahan untuk memperlambat penyebaran cacar monyet, memanfaatkan pengujian kami yang kuat, pelacakan kontak, dan kemitraan masyarakat yang diperkuat selama pandemi untuk memastikan bahwa mereka yang paling berisiko adalah fokus kami untuk vaksin, pengobatan, dan penjangkauan,” kata Gubernur Newsom dalam keterangan resminya.

Dikutip dari NBC News (2/8), upaya negara-negara bagian ini telah membuat Gedung Putih membentuk sebuah badan koordinasi yang khusus mengurus penanggulangan dan pencegahan cacar monyet di Amerika Serikat.

Menurut data CDC, warga negara bagian yang paling banyak terpapar oleh cacar monyet adalah New York sebanyak 1.390 kasus, California 827 kasus, dan Illinois sebanyak 520 kasus, dan ketiganya kini sudah mendeklarasikan darurat kesehatan terkait penyebaran penyakit ini. Hingga berita ini diturunkan, total kasus di seluruh Amerika Serikat sendiri sudah mencapai 5.800 kasus.

Dampak stigmatisasi cacar monyet

Ilustrasi gejala cacar monyet.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyampaikan bahwa cacar monyet sebagian besar menyebar lewat hubungan seks pria dengan pria, terutama mereka yang memiliki banyak pasangan seksual. Namun, siapa saja bisa tertular dari kontak sehari-hari dengan orang lain, bahkan para ahli juga menyebutkan hewan piaraan sebagai salah satu sumber penularan cacar monyet.

Petugas Kesehatan Masyarakat California Dr. Tomás Aragón, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen untuk mengurangi stigma terkait penyakit ini di anatara komunitas LGBTQ.

“Mereka telah diperlakukan tidak adil karena wabah ini. Tidak ada individu atau komunitas yang harus disalahkan atas penyebaran virus apa pun. Cacar monyet dapat menyerang siapa saja karena menyebar melalui kontak kulit ke kulit, serta dari berbagi barang-barang seperti pakaian, tempat tidur, dan handuk,” kata Thomas.

Pada Senin (1/8) kemarin, Senator Negara Bagian California, Scott Wiener, yang mewakili San Francisco, dan anggota kaukus LGBTQ, meminta Newsom mengeluarkan US$38,5 juta dalam alokasi anggaran darurat untuk mendukung respons cacar monyet lokal.

Related Articles