Comscore Tracker
NEWS

Jokowi: Putin Jamin Kemananan Ekspor Pangan dari Rusia dan Ukraina

Jokowi sebut masalah pangan adalah isu kemanusiaan.

Jokowi: Putin Jamin Kemananan Ekspor Pangan dari Rusia dan UkrainaPresiden Jokowi dan Presiden Putin. (Dok. Setpres)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kepada Presiden Vladimir Putin, bahwa krisis pangan dan pupuk adalah masalah kemanusiaan yang terkait dengan kepentingan masyarakat dunia.

“Ratusan juta orang terdampak dengan terganggunya rantai pasok pangan dan pupuk, terutama di negara-negara berkembang,” katanya dalam keterangan pers bersama yang terpantau lewat YouTube Setpres, usai pertemuan keduanya, pada Kamis (30/6).

Jokowi mengatakan bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan apapun, kecuali ingin melihat perang dapat segera selesai. “Dan rantai pasok pangan, pupuk, energi, dapat segera diperbaiki, karena ini menyangkut kehidupan ratusan juta orang, bahkan miliaran manusia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Jokowi mengajak seluruh pemimpin negara di dunia untuk kembali bekerja sama menghidupkan semangat multilateralisme, semangat damai, dan semangat kerja sama. “Hanya dengan spirit itulah, perdamaian dapat dicapai,” ungkapnya dalam keterangan pers.

Rusia jamin keamanan pasokan pangan

Keterangan pers bersama antara Presiden Jokowi dan Presiden Putin, usai bertemu, pada Kamis (30/6).

Menurut Jokowi, Presiden Putin akan memberikan jaminan keamanan untuk pasokan pangan dan pupuk, baik dari Rusia maupun Ukraina. Dirinya pun mengapresiasi kebijakan Rusia yang menjadi titik cerah bagi rantai pasok pangan global tersebut. “Ini sebuah berita yang baik,” ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan bahwa PBB akan mengupayakan reintegrasi komoditas pangan dan pupuk Rusia, serta komoditas pangan Ukraina, untuk masuk lagi dalam rantai pasok dunia. “Khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina, terutama melalui jalur laut, Presiden Putin sudah memberi jaminannya,” katanya.

Kerja sama Rusia-Indonesia diperkuat

Presiden Joko Widodo bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Kamis (30/6).

Jokowi menuturkan bahwa melalui pertemuan bilateral ini, kerja sama antara Rusia dan Indonesia akan semakin diperkuat. Kolaborasi ini akan semakin dipererat, baik dalam bidang investasi, perdagangan, maupun di bidang pariwisata. “Akan kami tindak lanjuti dengan membentuk tim, agar bisa membahasnya secara detail,” ucapnya.

Sementara, Presiden Putin mengharapkan negosiasi yang bermanfaat mengenai rancangan perjanjian zona perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) akan diadakan pada akhir tahun. Saya berharap negosiasi mengenai rancangan perjanjian yang relevan akan diadakan pada akhir tahun dan akan membuahkan hasil,” katanya.

Perdamaian dan kemanusiaan jadi prioritas Indonesia

Presdien Jokowi saat memeberikan keterangan pers, usai bertemu Presiden Putin, di Moskow, Rusia. Kamis (30/6).

Presiden Jokowi menegaskan bahwa isu perdamaian dan kemanusiaan selalu jadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Hal ini sesuai dengan konstitusi nasional yang mengamanatkan bahwa Indonesia harus selalu berkontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia.

Berkenaan dengan konstitusi Indonesia tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ruang dialog menuju perdamaian antara Rusia dan Ukraina penting untuk terus dibukan dan dikedepankan, meskipun situasinya masih tergolong sulit. “Dalam konteks inilah saya melakukan kunjungan ke Kyiv dan ke Moskow,” ucap Jokowi.

Related Articles