Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Danantara Bakal Buat BUMN dan Kawasan Khusus Industri Tekstil

2 min read
Danantara Bakal Buat BUMN dan Kawasan Khusus Industri Tekstil
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • BPI Danantara menyiapkan kawasan industri tekstil terintegrasi hulu-hilir berbasis teknologi modern, atas arahan Presiden Prabowo, untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing produk domestik.
  • Pemerintah mengkaji pengaktifan kembali insentif tax holiday bagi industri tekstil, dengan koordinasi lintas kementerian dan lembaga dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
  • Danantara membuka opsi pengembangan BUMN tekstil melalui pemetaan perusahaan yang ada, modernisasi mesin, serta penilaian penciptaan kerja, prospek investasi, dan kelayakan bisnis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyiapkan kawasan khusus terintegrasi dari hulu ke hilir serta mengkaji pemberian insentif tax holiday guna mendongkrak kembali industri tekstil nasional.

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan aksi tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9).

Pembangunan kawasan khusus terpadu tersebut dirancang meningkatkan efisiensi industri tekstil dalam negeri melalui pemanfaatan teknologi modern, sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing lebih kuat di pasar.

“Danantara juga akan menyiapkan satu daerah khusus untuk integrasi dari hulu ke hilir,” ujar Rosan seusai bertemu Presiden Prabowo, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Sebagai bentuk dukungan tambahan, pemerintah tengah mempertimbangkan pembukaan kembali insentif fiskal bagi para pelaku industri. Salah satu skema yang masuk dalam pembahasan adalah fasilitas tax holiday yang sebelumnya digunakan untuk menarik investasi baru.

“Untuk tekstil akan dikonsider untuk diberikan kembali tax holiday. Ya, itu salah satunya,” kata Rosan.

Rosan menekankan pemulihan industri tekstil menjadi fokus utama pemerintah karena karakter sektor ini padat karya dan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Oleh karena itu, eksekusi kebijakan penguatan industri tekstil akan melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Pelaksanaan koordinasi nantinya berada di bawah pimpinan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dengan melibatkan Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Investasi, serta Badan Pengaturan BUMN.

“Ini adalah suatu inisiatif untuk membuat produk tekstil kita kembali menjadi salah satu industri yang maju dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” kata Rosan.

Selain pembentukan kawasan khusus, Danantara juga membuka opsi mengembangkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi pada sektor tekstil. Namun, Rosan menegaskan ekspansi tidak selalu dilakukan dengan mendirikan perusahaan baru.

Danantara akan terlebih dahulu memetakan perusahaan tekstil BUMN yang telah ada dan memiliki prospek pengembangan, khususnya melalui modernisasi permesinan dan pembaruan teknologi.

Penilaian terhadap peluang pengembangan tersebut akan mengukur kemampuan perusahaan dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus prospek investasinya.

Rosan menambahkan, sebagai lembaga pengelola investasi, BPI Danantara akan memastikan setiap modal yang disalurkan tetap memenuhi prinsip kelayakan bisnis dan memiliki tingkat pengembalian (return on investment) yang terukur. Dengan demikian, penguatan industri tekstil nasional berjalan seimbang antara misi industrialisasi, penyerapan tenaga kerja, dan komersialisasi investasi.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More