Comscore Tracker
NEWS

13 Rute Internasional Akan Dibuka Lagi di Bandara I Gusti Ngurah Rai

Pemerintah telah buka penerbangan internasional ke Bali.

13 Rute Internasional Akan Dibuka Lagi di Bandara I Gusti Ngurah RaiANTARA FOTO/Fauzan/aww.

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi kedatangan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) setelah penerbangan internasional kembali dibuka di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Saat ini, maskapai yang telah beroperasi melayani rute penerbangan internasional di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, yaitu Garuda Indonesia rute Narita-Denpasar, Singapore Airline rute Singapura-Denpasar, Scoot rute Singapura-Denpasar, dan Jet Asia rute Singapura-Denpasar.

Selain itu, ada 3 rute penerbangan internasional baru yang akan beroperasi, seperti Garuda Indonesia rute Sydney-Denpasar, KLM rute Singapura-Denpasar dan Malaysia Airline rute Kualalumpur-Denpasar.

“Ke depannya, pada periode summer akan dibuka lagi 10 rute penerbangan internasional baru di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai. 4 rute telah mendapat persetujuan, dan 6 rute lainnya sedang dalam proses. Dalam waktu dekat menyusul AirAsia rute Kuala Lumpur-Denpasar dan Batik Air rute Singapura-Denpasar,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto, dalam keterangannya, Selasa (15/3).

Penerbangan yang sedang mengajukan proses pengajuan pengaktifan rute penerbangan, yaitu Jetstar rute Melbourne-Denpasar, AirAsia rute Singapura-Denpasar, Turkish Airlines rute Istanbul-Denpasar, Qantas rute Melbourne-Denpasar, Virgin Australia rute -Denpasar, dan Emirates rute Dubai-Denpasar. 

Terjadi peningkatan kedatangan

Sejak dibuka pada 7 Maret 2022, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali, telah mengalami peningkatan kedatangan internasional dan domestik menyusul pelonggaran persyaratan perjalanan oleh pemerintah.

Secara umum, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, kata dia, telah siap menerima kedatangan internasional baik dari sisi fasilitas maupun kapasitas. Alur kedatangan internasional mencakup beberapa tahapan mulai dari pemeriksaan dokumen kesehatan dan keimigrasian.

Selain itu, untuk menghindari kerumunan pada saat pengisian Electronic Costum Declaration (EDC), maka area Bea Cukai akan memperluas cakupan Wi-Fi.

Tetap patuh protokol kesehatan

Peningkatan jumlah kedatangan internasional tentunya harus sejalan dengan penerapan protokol kesehatan yang berlaku, baik pada saat pre-flight, in-flight dan post flight. Sehingga masing-masing stakeholder penerbangan harus mengawasi dan melakukan pengecekan pelaksanaannya di bandara.

“Bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) Warga Negara Asing/WNA, agar menyiapkan persyaratan kartu vaksin Covid-19 dosis kedua, hasil negatif tes RT-PCR di negara asal, mengunduh Aplikasi PeduliLindungi dan e-HAC Indonesia, bukti konfirmasi pemesanan dan pembayaran paket wisata/penginapan minimal 4 hari di Bali, visa kunjungan atau izin masuk sesuai ketentuan peraturan perundangan, dan bukti kepemilikan asuransi kesehatan minimal SG$20.000,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan terhadap antrean wisatawan dari 23 negara Visa on Arrival, yang masuk ke Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, maka akan disiapkan hotel bersertifikasi Cleaning, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE).

Related Articles