Comscore Tracker
NEWS

Pasokan Cukup, ESDM Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Akhir Tahun

Pasokan listrik dalam negeri capai 42,05 gigawatt (GW).

Pasokan Cukup, ESDM Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Akhir TahunANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyakinkan bahwa kondisi pasokan listrik Indonesia saat ini terbilang cukup. Pihaknya pun memastikan tarif listrik tidak akan mengalami kenaikan sampai akhir tahun 2021 nanti.

"Yang pasti kondisi listrik lebih dari cukup saat ini dan hingga akhir tahun tidak ada kenaikan tarif listrik," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/10).

Pemerintah mencatat daya mampu listrik dalam negeri mencapai 42,05 gigawatt (GW) dengan beban puncak pada 37,47 GW. Dengan begitu, masih terdapat cadangan 4,58 GW atau sekitar 12,22 persen dari daya mampu.

Rida menjelaskan upaya Kementerian ESDM dalam menjamin supply chain energi terutama batu bara. Ia mengatakan komoditas batu bara dan Liquid Natural Gas (LNG) sedang naik dan beberapa negara mulai mengalami krisis listrik, serta membakar batu bara lebih banyak lagi untuk menjaga ketahanan energinya.

Kawal rantai pasok energi

Lebih lanjut, Rida menuturkan bahwa Indonesia patut bersyukur lantaran memiliki batu bara dan gas yang melimpah. Di samping itu, pemanfaatannya juga diregulasi dengan ketentuan kewajiban pemenuhan domestik alias domestic market obligation (DMO), baik dari segi volume maupun harga.

“Sekarang kan harga batubara sudah di atas US$200 (per ton) ya, sementara PLN tetap saja beli dengan harga US$70 (per ton). Itu artinya negara hadir dan menjamin listrik ini tetap akan ada karena sudah regulated oleh pemerintah atas nama konstitusi, karena apapun yang ada di kandungan bumi kita harus sebesar-besarnya untuk kepentingan kita sendiri,” kata Rida.

Terkait tantangan dalam supply chain terutama batu bara, Rida menyebut hal tersebut sudah menjadi perhatian Pemerintah agar dapat ditangani. Salah satunya tantangan cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir sehingga dapat mengganggu pasokan batu bara. "Untuk menjaga pasokan energi baik di migas, minerba, listrik, maupun EBTKE, Kementerian ESDM membentuk tim khusus yang day by day memantau dan mengawal rantai pasok," tutur Rida.

Mutu layanan ketenagalistrikan

Selain itu, Rida pun menjelasakan, mutu layanan ketenagalistrikan pada triwulan III-2021. Ia menyebut terjadi peningkatan, hal itu tecermin dari capaian System Average Interruption Duration Index (SAIDI) dan System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) yang membaik dibanding capaian tahun lalu.

"Hingga triwulan III/2021, capaian SAIDI nasional mencapai 6,62 jam/pelanggan/tahun. Sedangkan target 2021 adalah 10 jam/pelanggan/tahun. Ini lebih kecil dibanding realisasi tahun 2020 yang mencapai 12,72 jam/pelanggan/tahun," ujar Rida.

Sementara itu, capaian SAIFI nasional hingga triwulan III/2021 4,96 kali/pelanggan/tahun. Sedangkan target 2021 adalah 8 kali/pelanggan/tahun dan realisasi tahun 2020 mencapai 9,25 kali/pelanggan/tahun. "Jadi kini sudah jarang mati lampu dan kalaupun mati lampu juga sebentar saja," kata Rida.

Adapun, SAIDI adalah ukuran seberapa lama padam, sementara SAIFI adalah ukuran seberapa sering padam. Makin kecil capaiannya dari target, maka makin bagus.

Kinerja infrastruktur ketenagalistrikan

Kemudian, ia juga memaparkan capaian kinerja mulai dari penambahan infrastruktur pembangkit, transmisi, jaringan distribusi, gardu induk, hingga gardu distribusi.

Kapasitas penambahan pembangkit listrik di Indonesia pada triwulan III/2021 mencapai 936,62 MW. Sementara, transmisi listrik terdapat penambahan sebesar 1.910,06 kms. Penambahan jaringan distribusi sebesar 9.915,63 kms, sedangkan kapasitas Gardu Induk bertambah 4.521 MVA. Penambahan Gardu Distribusi disampaikan terdapat peningkatan sebesar 1.002,63 MVA.

Related Articles