Comscore Tracker
NEWS

Stasiun Manggarai Bakal Jadi Stasiun Sentral Terbesar, Ini Progresnya

Hingga Mei 2022 progres pengerjaan sudah capai 60,12%

Stasiun Manggarai Bakal Jadi Stasiun Sentral Terbesar, Ini ProgresnyaKRL di Stasiun Manggarai. (Dok. KAI)

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Pembangunan Stasiun Manggarai menjadi stasiun sentral pertama dan terbesar di Indonesia masih terus dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Per Mei 2022 progress pengerjaan Stasiun Manggarai sudah mencapai 60,12 persen untuk pembangunan fisik sisi timur, dan ditargetkan akan dioperasikan pada tahun 2023.

Sementara itu Stasiun Gambir masih tetap melayani perjalanan jarak jauh seperti biasa. Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan berbagai pihak mengenai status Stasiun Gambir dan Stasiun Manggarai.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, menyebutkan Stasiun Manggarai dipilih menjadi lokasi pengembangan stasiun sentral mengingat posisinya yang sangat strategis dan perannya yang sangat vital dalam menunjang layanan kereta api di Ibu Kota.

"Saat ini, Stasiun Manggarai sudah mengemban peran menjadi stasiun hub untuk tujuh persimpangan jalur kereta api yang terdiri dari jalur kereta api yang mengarah ke Jatinegara, arah ke Jakarta Kota, arah ke Tanah Abang, arah ke Bogor, arah ke depo KRL Bukit Duri, arah ke Pusat Gudang Persediaan, serta mengarah ke Balai Yasa Manggarai,” ucap Zulfikri dalam keterangannya, Kamis (9/6).

Hal ini membuat  Stasiun Manggarai menjadi stasiun tersibuk yang melayani lebih dari 20.000 penumpang dan 616 perjalanan KRL setiap hari sebelum pandemi.

Akan melayani kereta api dalam kota, dan jarak jauh

Guna mengakomodasi tingginya lalu lintas kereta api dan mengurai bottleneck yang sering terjadi, Stasiun Manggarai kemudian dikembangkan menjadi stasiun sentral dengan 18 jalur aktif saat beroperasi penuh nanti.  Keseluruhan jalur tersebut akan melayani kereta api (KA) jarak jauh, KRL Jabodetabek, serta KA Bandara sehingga memudahkan masyarakat untuk berganti layanan kereta api dalam satu gedung stasiun.

Adapun 8 dari 18 jalur tersebut akan terletak pada lantai dasar (at grade) dan 10 jalur layang berada di lantai 2, sementara lantai 1 difungsikan sebagai concourse. Pada tahap pengembangan akhir nanti, Stasiun Manggarai juga akan dilengkapi 14 lift dan 14 eskalator untuk menunjang pergerakan penumpang.

Selain penambahan jalur, di Stasiun Manggarai juga akan ada penambahan luasan tempat terbuka, sebagai tempat pertemuan orang yang lalu lalang di stasiun (concourse), dari yang sekarang sudah terbangun.

Concourse akan menjadi dua kali lebih luas dibandingkan saat ini, sehingga masyarakat akan lebih nyaman saat melakukan transit dan kegiatan lainnya di dalam stasiun,” kata ucap Zulfikri.

Diintegrasikan dengan transportasi lain

Stasiun Manggarai juga dipersiapkan untuk dapat diintegrasikan dengan moda transportasi lain seperti LRT, Transjakarta, dan transportasi umum lainnya.

"Pengembangan integrasi dan interkoneksi antarmoda ini dilakukan sebagai upaya untuk mengakomodasi pergerakan 1,2 juta penumpang yang diperkirakan akan dilayani oleh Stasiun Manggarai," ucap Zulfikri.

Nantinya kawasan di sekitar Stasiun Manggarai juga akan ditata dan dikembangkan oleh DJKA bekerjasama dengan stakeholder terkait dan Pemerintah Daerah untuk menjadi kawasan bisnis terpadu sekaligus menata arus lalu lintas menuju stasiun.

Related Articles