Comscore Tracker
NEWS

Biaya Transfer Uang antar Bank

Kirim uang antar bank bisa melalui kliring, RTGS atau RTO.

Biaya Transfer Uang antar BankShutterstock/Tutik_P

by Hendra Friana

Jakarta, FORTUNE - Transfer uang dari satu rekening ke rekening lain sudah jadi kebiasaan masyarakat sehari-hari, entah untuk pembayaran tagihan, pemberian pinjaman, atau mungkin mengirim "duit jajan" bulanan untuk anak yang tengah meneruskan pendidikan di luar kota.

Namun, terkadang persoalan muncul saat penerima transfer menggunakan rekening bank yang berbeda dengan si pengirim. Pasalnya, ada biaya yang dikenakan untuk tiap pengiriman uang antarbank. Jika Anda adalah si pengirim, mungkin Anda akan bertanya berapa ongkos yang akan dikenakan dalam transfer tersebut. Terlebih jika saldo di rekening Anda pas-pasan.

Lantas berapa besaran biaya yang dikenakan untuk transfer uang antarbank tersebut?

Pada dasarnya, biaya transfer antarbank hampir sama yakni di kisaran Rp6.500 sampai Rp7.500 untuk satu kali pengiriman. Namun ada beberapa jenis transfer uang antar bank yang biayanya dibedakan seperti layanan transfer menggunakan sistem kliring serta layanan transfer real time grsoss settlement (RTGS). 

Untuk lebih jelasnya dapat disimak dalam ulasan berikut:

Kliring

Mengutip situs resmi Bank Indonesia, kliring merupakan bentuk pertukaran warkat ataupun data keuangan elektronik yang dilakukan pada setiap nasabah, baik di dalamnya mengatasnamakan peserta atau atas nama peserta nasabah yang setiap perhitungannya akan diselesaikan pada suatu waktu tertentu sesuai kesepakatan.

Secara sederhana kliring dapat juga diartikan sebagai kegiatan untuk mentransfer debet antar satu bank dengan lainnya. Contohnya, jika Anda memiliki uang di rekening bank A dan ingin mentransfernya kepada rekan Anda yang memiliki tabungan di rekening bank B, pihak bank A akan melakukan proses pengecekan apakah terdapat ketersediaan dana untuk transfer tersebit. Proses  pengecekan inilah yang disebut kliring.

Kliring sendiri umumnya dilakukan untuk transfer dengan jumlah biaya yang besar dan karena itu biasanya dilakukan oleh pebisnis. Misalnya untuk pengiriman uang di atas Rp100 juta melalui teller di bank.

Berbeda dengan transfer antarbank pada umumnya, proses transfer via kliring juga memakan waktu yang lebih lama yakni 2-3 hari kerja. Adapun biaya transfer antar bank pada sistem kliring biasanya sebesar Rp2.900-Rp5.000.

RTGS

Selain kliring ada pula sistem transfer melalui mekanisme Real Time Gross Settlement (RTGS). Mekanisme ini juga biasa digunakan untuk transfer dalam jumlah yang besar, yakni di atas Rp100 juta dan biasanya dilakukan melalui teller bank. Biaya transfer antar bank pada RTGS  sedikit lebih mahal ketimbang sistem kliring yakni sekitar Rp25.000-Rp50.000

Kendati demikian, proses transfer dengan RTGS relatif lebih cepat dari sistem kliring karena bisa sampai di rekening penerima di hari yang sama. Layanan RTGS biasanya memakan waktu berkisar 4 jam. Namun jika transfer dilakukan di atas pukul 15.00 maka uang yang dikirim baru baru akan sampai esok harinya. Demikian pula jika transfer dilakukan di akhir bulan yakni tanggal 30 atau 31, transfer akan mengalami keterlambatan selama satu hari karena adanya proses tutup buku pada bank.

Real Time Online (RTO)

RTO adalah jenis layanan transfer antar bank yang paling sering digunakan nasabah karena bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja tanpa harus pergi ke teller bank. Bisa melalui ATM, internet banking, mobile banking, maupun SMS banking.

Uang yang dikirim juga akan langsung sampai ke rekening tujuan tidak seperti sistem kliring atau RTGS. Namun, jumlah transfer uang pada RTO relatif lebih kecil ketimbang RTGS dan kliring, yakni berkisar Rp25 juta per transaksi. 

Seperti dijelaskan di muka, untuk biaya transfer antarbank pada RTO umumnya berkisar pada Rp6.500 hingga Rp7.500.

Namun untuk transfer antar bank BUMN, yakni Mandiri, BNI, BRI, dan BTN, biayanya bisa lebih murah jika dilakukan via ATM Link yakni sebesar Rp4.000 per pengiriman. 

Related Topics

Related Articles