NEWS

Fed Tahan Suku Bunga Acuan Meski Inflasi Inti Masih Jauh dari Target

Kisaran suku bunga Fed ditahan pada rentang 5–5,25 persen.

Fed Tahan Suku Bunga Acuan Meski Inflasi Inti Masih Jauh dari TargetIlustrasi : Gedung bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat. (Shutterstock/Paul Brady Photography)

by Hendra Friana

15 June 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Bank Sentra Amerika Serikat (AS), Federal Reserve atau Fed, memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga federal (Fed Funds Rate) pada level 5 persen hingga 5,25 persen. 

Keputusan yang diambil dalam Rapat Komite Pasar Terbuka (FOMC) tersebut mempertimbangkan indikator terbaru yang menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi terus berkembang dengan laju moderat, peningkatan lapangan kerja menguat dalam beberapa bulan terakhir, dan tingkat pengangguran tetap rendah.

Meski demikian, inflasi yang masih tinggi tetap menjadi perhatian utama Komite dalam keputusan tersebut.

"Komite berusaha untuk mencapai lapangan kerja maksimum dan inflasi pada tingkat 2 persen dalam jangka panjang," demikian pernyataan resmi Fed atas hasil FOMC tersebut, dikutip Kamis (15/6).

Fed juga menegaskan bahwa sistem perbankan AS tetap kuat dan tangguh meski dihadapkan pada kondisi pengetatan kredit rumah tangga dan tekanan aktivitas perekonomian yang berdampak pada bisnis, perekrutan tenaga kerja, dan inflasi.

Dengan mempertahankan Fed Funds Rate pada kisaran 5-5,25 persen, komite juga berharap dapat mengevaluasi informasi tambahan dan implikasinya terhadap berbagai faktor, seperti akumulasi pengetatan kebijakan moneter, keterlambatan efek kebijakan moneter terhadap aktivitas ekonomi dan inflasi, serta perkembangan ekonomi dan keuangan.

Selain itu, Komite juga akan terus mengurangi kepemilikan surat utang pemerintah AS dan surat utang lembaga serta surat berharga hipotek lembaga sesuai dengan rencana yang telah diumumkan sebelumnya.

"Penilaian Komite akan mempertimbangkan berbagai informasi, termasuk kondisi pasar tenaga kerja, tekanan inflasi dan ekspektasi inflasi, serta perkembangan keuangan dan internasional," jelas laporan tersebut.

Inflasi inti masih jauh di atas target Fed

Fed Funds Rate adalah suku bunga yang ditetapkan oleh FOMC dan mewakili tingkat suku bunga yang dikenakan oleh bank-bank lain ketika mereka saling meminjam uang.

Meskipun suku bunga Fed tidak menentukan tingkat suku bunga spesifik pada produk konsumen, lembaga keuangan menggunakannya sebagai acuan ketika menetapkan suku bunga pada berbagai produk pinjaman, tingkat annual percentage yield (AYP) rekening tabungan atau deposito, dan lain-lain.

Selama periode inflasi tinggi, kenaikan suku bunga Fed dapat membantu memulihkan ekonomi. Sebab, suku bunga tersebut akan mempengaruhi tingkat bunga di lembaga keuangan yang berdampak pada pengurangan kredit dan mendorong tabungan. 

Laporan inflasi AS pada Selasa (13/6) menunjukkan bahwa inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada Mei mencapai 4 persen, melambat dibandingkan dengan 12 bulan sebelumnya. Inflasi tersebut juga merupakan yang terendah dalam lebih dari dua tahun terakhir dan jauh di bawah kenaikan tahunan 4,9 persen pada April.

Namun, sebagian besar penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan harga bensin yang tajam dan perlambatan inflasi pangan. Tanpa mempertimbangkan biaya pangan dan energi yang bergejolak, inflasi tinggi di AS dinilai masih akan bertahan.

Sebagai gambaran, inflasi inti pada Mei mencapai 5,3 persen secara tahunan, turun dari 5,5 persen pada April. Namun, realisasi tersebut masih jauh di atas target tahunan Fed yang mencapai 2 persen.